Ngumbah Tugu Kujang Bogor, Tradisi dari Bogor

0 109

Tugu Kujang adalah simbol khas Kota Bogor. Tugu Kujang yang didirikan sejak tahun 1982 oleh sesepuh Bogor terdahulu ini cukup sakral dan memiliki makna mendalam. Selain menjadi simbol atau ikon Kota Bogor, Tugu Kujang ini melambangkan sebuah etika. Seperti, etika bertutur kata, karena dahulunya warga Bogor ini berasal dari petani.

Sehubungan dengan hal ini, setiap Hari Jadi Bogor (HJB) seolah kurang afdol apabila warga Bogor khususnya para budayawan dan seniman jika tidak ‘ngumbah’ (mencuci) Tugu Kujang. Seperti pada momen HJB ke-535 tahun 2017 ini, Tugu Kujang kembali dicuci dan dibersihkan.

Kegiatan selama empat hari dari tanggal 17 sampai 20 Juli 2017 ini melibatkan 100 orang. Terdiri dari organisasi Daya Mahasiswa Sunda (Damas), Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), Kerukunan Warga Bogor (KWB), Dewan Kesenian dan Kebudayaan Kota Bogor (DK3B), dan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor. Selain itu Satpol PP, BPBD, dan Kopassus Batalion 14.

Ketua Panitia Ngumbah Tugu Kujang, Rendi Mulyadi, mengatakan, kegiatan mencuci ini Tugu Kujang sudah berjalan sejak tahun 1998. Aksi ini sebagai rasa cinta warga Bogor dalam merawat dan menjaga kebersihan Tugu Kujang yang menjadi ikon Kota Bogor.

Bahkan, air yang digunakan untuk mencuci Tugu Kujang tidak sembarangan. Pelaksanaan Ngumbah Kujang ini diawali dengan mengecat terlebih dahulu semua bagian Tugu Kujang. Kemudian dibersihkan. Khusus untuk simbol Kujangnya, dibersihkan menggunakan air dari tujuh mata air yang ada di Bogor. Salah satunya air Cikahirupan yang berada di dalam Kebun Raya Bogor.

Terdapat tiga pesan dalam tradisi Ngumbah Kujang ini. Di antaranya, perhatian, cinta, sayang warga Bogor terhadap apa yang ditinggalkan oleh para pendahulu.

 Tradisi ini juga sebuah usaha dalam menjaga dan merawat secara fisik maupun nilai-nilainya (nonfisik) seperti membersihkan hati kita semua. Dalam artian semua pemangku kebijakan yang ada di Kota Bogor maupun stakeholder kita bersama-sama dengan hati yang bersih membangun Kota Bogor. Mudah-mudahan dengan simbolisasi ini ke depan kita tambah guyub, tambah rukun, tambah bersih hatinya, dalam menjaga dan melestarikan apa yang sudah ada, baik secara fisik maupun nonfisik. Dinu Kiwari Ngancik Nu Bihari, Seja Ayeuna Sampeureun Jaga.

Source http://hallobogor.com/tugu-kujang-dicuci-dengan-tujuh-mata-air http://hallobogor.com
Comments
Loading...