“Ngingkis” Tradisi Jelang Bulan Ramdhan di Ciamis

0 56
Sekilas Tentang Tradisi Ngingkis

Tradisi tahunan Ngingkis biasanya yang digelar di kawasan bekas kerajaan Galuh. Tidak hanya diikuti warga Karangkamulyan tetapi juga diiikuti warga daerah lain. Bahkan Ngikis juga diikuti oleh keturunan Kerajaan Kutai Mulawarman dan Kerajaan Tarumanagara. Ngikis secara harfiah berarti memagar. Pada masa lalu, ngikis lebih bersifat fisik yakni mengganti pagar bambu sekitar singgasana Prabu Galuh Ratus Pusaka Prabu Adi Mulia Sang Hyang Cipta Permana Adikisuma. Ngikis itu sendiri salah satunya bertujuan untuk memagari diri dari perilaku dan hawa nafsu jahat, membersihakn diri, sehingga pada saat bulan puasa kembali bersih. Selain itu juga dapat menjadi ajang silaturahmi, bagi sanak saudara. Acaranya juga meliputi iring-iringan masyarakat sekitar yang membawa dongdang atau tandu berisi aneka jenis makanan dan buah-buahan yang nantinya dimakan bersama dan tradisi ini sudah berlangsung turun-temurun digelar menjelang Ramadan.

Prosesi Upacara Ngingkis

Ritual Ngikis selain dilaksanakan bulan Rewah, juga harinya ditentukan bersama masyarakat sekitar, tidak boleh diluar hari Senin atau Kamis. Ritual yang nampak berdasarkan pengamatan penulis dilaksanakan sebagai berikut:

  1. Mengambil bambu, ada yang memotong dan menebang di sekitar makam atau situs yang akan dipagar,  karena salah satu ciri dari situs atau makam yang ada di Tatar Galuh Ciamis hampir semuanya dikelilingi oleh pohon bambu
  2. Menebang bambu dilarang  yang ada di dekat makam atau situs biasanya yang agak jauh dari makam atau situs tersebut. Dengan demikian, tidak sembarang asal tebang harus terlebih dahulu Sanduk Papaplaku ( istilah Sunda “Amitan”) artinya harus meminta restu terlebih dahulu kepada penguasa alam gaib, karena kita sebagai makhluk menyakini bahwa hakekatnya kita harus mohon ijin muaranya kepada yang punya langit dan bumi yakni Allah SWT
  3. Setelah bambu ditebang lalu dipotong, dibelah untuk disusun dijadikan pagar
  4. Apabila bilahan-bilahan bambu sudah selesai kemudian dipasang disekeliling makam atau situs
  5. Kemudian dilakukan ritual dengan kebiasaan yang ada di daerah itu. Dibuka dengan basmalah, juga pembacaan ayat Suci  Al Qur’an, Prakata Penyelenggara lalu Narator meriwayatkan secara singkat sejarah leluhur yang telah meninggal di tempat itu.
  6. Berdo’a bersama-sama memohon arwah yang meninggal diterima disisiNya.
  7. Setelah berakhir acara dilaksanakan jamuan makan bersama di luar area situs dengan bekal yang dibawa masing-masing.

 

 

Source "Ngingkis" Tradisi Jelang Bulan Ramdhan "Ngingkis" Tradisi Jelang Bulan Ramdhan "Ngingkis" Tradisi Jelang Bulan Ramdhan

Leave A Reply

Your email address will not be published.