Ngerik: Salah Satu Urutan Tradisi Perkawinan Masyarakat Banyumas

0 177

Ngerik: Salah Satu Urutan Tradisi Perkawinan Masyarakat Banyumas

Perkawinan di Banyumas masih menggunakan tradisi nenek moyang walaupun dengan perkembangan zaman, tradisi perkawinan di Banyumas sudah terakulturasi oleh budaya Surakarta dan budaya Jogyakarta. Ini terlihat pada Perkawinan Wiwit Ika Murwani dan Muhamad Suferi yang di laksanakan di desa Karangrau Banyumas. Dimana pada resepsi tersebut menggunakan busana basahan yang berasal dari Yogjakarta tetapi mereka masih menggunakan tradisi begalan yang berasal dari Banyumas. Ini adalah salah satu urut-urutan acara pernikahan di Banyumas :

Ngerik

Ngerik artinya rambut-rambut kecil diwajah calon pengantin wanita dengan hati-hati dikerik oleh pemaes. Rambut penganten putri dikeringkan kemudian diasapi dengan ratus/dupa wangi. Perias mulai merias calon penganten . Wajahnya dirias dan rambutnya digelung  sesuai dengan pola  upacara perkawinan yang telah ditentukan.

Sesudah selesai, penganten didandani dengan kebaya yang bagus yang telah disiapkan dan  kain batik motif sidomukti dan sidoasih, melambangkan dia akan hidup makmur dan dihormati oleh sesama. Malam itu, ayah dan ibu calon mempelai putri memberikan suapan terakhir kepada putrinya, karena mulai besok, dia sudah berada dibawah tanggung jawab suaminya. Sesaji untuk ngerik sama dengan sesaji siraman. Jadi untuk praktisnya, seluruh sesaji siraman dibawa masuk kekamar pelaminan dan menjadi sesaji untuk ngerik.

Source http://bambangplusar.blogspot.com/ http://bambangplusar.blogspot.com/2015/12/tradisi-perkawinan-masyarakat-banyumas.html
Comments
Loading...