Ngarak Penganten Betawi

0 430

Ngarak Penganten Betawi

Acara Ngarak Penganten biasanya dilakukan dalam rangka pertemuan pertama kalinya kedua mempelai sesudah pengantin pria pulang bersama rombongannya sesudah akad nikah (resepsi pernikahan). Nah waktu itu, pengantin pria mengenakan “Jubah Kebesaran” yang antara lain :
1. Tutup kepala yang disebut alpie.
2. Jubah sebagai baju luar.
3. Pakaian dalam yang disebut gamis.
4. Selendang kebesaran.
5. Sepatu pantovel.
6. Ditangannya membawa sirih dare.
7. Celana panjang.

Pakaian besar pengantin putrinya antara lain :

  • Tuaki
    Baju bagian atas berleher tertutup berbentuk baju none lebar.
  • Kun
    Yaitu rok bawah yang lebar.
  • Delime Betawi
    Yaitu tutup dad khas Turki yang terdiri dari delapan potong aplikasi khas betawi.
  • Sanggul “Buatun”
    Yang diberi perhiasan lengkap, sebagai berikut :
    – Siangko.
    – Ronce melati.
    – Pasung cempaka.
    – Tusuk paku 10 buah.
    – Tusuk bunga 5 buah.
    – Kembang goyang 16 buah ditambah 2 buah kembang kelape dan 2 buah kembang rumput.
    – Burung Hong sebanyak 4 buah sebagai panahan tutup kepala atau kerudung.
    – Sepasang sunting.
    – Mahkota/sisir galur 1 buah.
    – Penutup ikatan simpul siangko berbentuk sisir galu yang lebih kecil.
    – Tusuk laam 1 buah.
    – Pasung cempaka atau melati sisir yang diletakkan antara sanggul dan tenguk sejumlah 5 sampai 7 buah.
  • Sepasang kerabu
    Sebagai perhiasan di telinganya.
  • Kalung Tebar
    Di atas Delime Betawi.
  • Sepasang gelang
    Di luar lengan tuaki.
  • Sepasang cincin bermata.
  • Alas kaki
    Selop tutup berbentuk perahu kolek.

Pada peristiwa akad nikah tempo dahulu, acara ngarak pengantin ini orang tua pengantin pria tidak ikut serta. Tugas pengiringan pengantin pria diwakilkan kepada saudara kandung dari kedua orang tua pengantin prianya. Namanya Wali Khas, Wali Khas ini diiringi oleh serombongan tokoh masyarakat dan alim ulama di lingkungan.

Source Ngarak Penganten Betawi kembang kelape
Comments
Loading...