Ngapati, Jawa Tengah

0 105

Ngapati, Jawa Tengah

Ngapati berasal dari bahasa jawa, yaitu ‘papat’ yang artinya empat. Tradisi ini dilakukan oleh sebagian besar rakyat jawa yang percaya dapat memberikan banyak manfaat. Pada usia kandungan bayi empat bulan, masyarakat jawa yang percaya akan tradisi ini akan mengadakan acara selamatan ngapati yang berisi doa-doa permohonan kepada Allah swt. untuk masa depan anak mereka kelak. Doa-doa dan permohonan yang dipanjatkan diharapkan sesuai dengan cita-cita kedua orangtuanya. Salah satunya adalah pengharapan akan anak yang lahir dan tumbuh menjadi anak yang sholeh/sholehah.

Tradisi ngapati tidak hanya memperhatikan adat istiadat masyarakat setempat, namun juga terdapat unsur agama di dalamnya. Hadits yang terkait dengan tradisi ini berbunyi,

“Malaikat masuk untuk meniupkan ruh pada janin setelah berumur 40 hari” Sufyan berkata; “Lima puluh atau empat hari, lalu Malaikat berkata; ‘Wahai Rab, apakah dia termasuk yang bahagia ataukah celaka, apakah laki-laki ataukah perempuan, maka Allah ‘azza wajalla Tabaroka Wa Ta’ala berfirman lalu kedua Malaikat mencatatnya dan berkata; “Laki-laki ataukah perempuan?” lalu Allah ‘azza wajalla berfirman lalu keduanya mencatat, mencatat segala amalnya, bagian, musibah dan rizqinya, kemudian dilipatlah catatan amalnya dengan tidak dikurangi dan ditambah”.

Hadits tersebut berisi tentang tahapan perkembangan janin yang dipercaya masyarakat jawa sebagai tolak ukur pengadaan acara ngapati ini. Mereka percaya, pada usia kehamilan 4 bulan, ruh akan ditiupkan kedalam janin. Beberapa calon orang tua di Jawa bahkan memanfaatkan momen ini sebagai bentuk permohonan mereka terhadap jenis kelamin anak yang mereka inginkan. Lebih dari itu, hadits ini menjelaskan tentang ditetapkannya rizki, ajal, perbuatan, kesengsaraan, dan kebahagiaan bagi anak yang akan lahir nantinya. Oleh sebab itu, semua doa yang dipanjatkan pada tradisi sangat menekankan pada poin-poin tersebut.

Teknis pelaksanaan tradisi ini adalah dengan mengundang sanak saudara dan tetangga lingkungan rumah untuk sama-sama memanjatkan doa dan permohonan. Doa yang dipanjatkan biasanya adalah pembacaan surah yusuf dan surah maryam. Kemudian dilanjutkan dengan pemberian sedekah kepada orang-orang yang telah hadir mendoakan.

Source https://budaya-indonesia.org/Ngapati/ https://budaya-indonesia.org/Ngapati/
Comments
Loading...