Ngaos Pasaran Di Pesantren

0 15

Ngaos Pasaran Di Pesantren

Ngaos pasaran di pesantren merupakan salah satu kebiasaan para santri yang dilakukan ketika kegiatan mengaji di pesantren nya sedang libur. Biasanya di bulan Rabiul Awal, Rajab, dan Ramadhan. pada bulan bulan tersebut para kyai seringkali mendapat undangan ceramah sehingga kegiatan mengaji di pesantren diliburkan. Pada saat itu, para santri pergi menuju pesantren lain yang mengadakan kegiatan “Ngaos Pasaran”.

Istilah ngaos pasaran sendiri sebenarnya merupakan salah satu metode mempelajari kitab kuning. Seorang kyai membacakan teks di kitab kuning yang kemudian hanya diterjemahkan per huruf nya ke dalam bahasa sunda atau bahasa jawa tanpa memberikan penjelasan panjang lebar. Berbeda dengan mengaji biasa di pesantren yang isi nya dijelaskan dengan detail oleh sang kyai.

Istilah ngaos sendiri merupakan istilah yang berasal dari bahasa sunda yang identik dengan mengaji, sedangkan istilah pasaran diambil dari kata pasar. Kata pasar digunakan dalam ngaos pasaran karena kitab yang dipelajari sangat banyak dan dilaksanakan dalam waktu yang cukup singkat sehingga diidentikkan dengan pasar yang menyediakan banyak barang dagangan.

Kegiatan ngaos pasaran ini diikuti oleh para santri senior. mereka mengikuti ngaos pasaran hanya untuk melengkapi terjemahan lafadz-lafadz yang belum lengkap ketika mereka mengaji di pesantren asalnya. Kegiatan ngaos pasaran ini berfungsi pula sebagai sarana untuk menjalin silaturahmi antar santri dari pondok pesanteren yang berbeda-beda.

Source https://budaya-indonesia.org https://budaya-indonesia.org/Ngaos-Pasaran-di-Pesantren/
Comments
Loading...