Napak Tilas Kedung Lumbu, Cikal Bakal Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat

0 48

Surakarta atau lebih dikenal dengan Kota Solo, tidak bisa dilepaskan dengan beberapa tempat yang mengandng nilai sejarah dan berhubungan dengan beridirnya Kota Solo dan Keraton Surakarta Hadiningrat. Dari berbagai tempat bersejarah tersebut, salah satu desa yang menjadi cikal bakal berdirinya Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat pada tahun 1745 yakni Desa Sala dan daerah Kedung Lumbu yang saat ini menjadi lokasi Keraton Surakarta Hadiningrat.

Tulisan ini sebenaranya mencoba mengajak masyarakat yang tinggal di daerah Surakarta dan sekitarnya tanpa kecuali luar daerah bahkan provinsi, untuk mempelajari kembali sejarah kota Surakarta dan sekitarnya dengan cara yang berbeda.

Tentu menggunakan sumber-sumber yang dapat dipercaya hingga nantinya dapat memasuki bangunan maupun tempat yang memiliki nilai sejarah tinggi, seperti halnya akses menuju eks Kantoor Bondo Loemakso. Dikarenakan tidak semua masyarakat mendapat akses keluar masuk gedung tersebut.

Kedung Lumbu merupakan dua suku kata yang apabila dipisahkan menjadi, “Kedung” yang memiliki arti sebuah cekungan yang berisi air tawar, dan “Lumbu” yang memiliki arti daun yang memiliki karakteristik seperti daun talas. Sehingga, apabila diartikan akan menjadi “Genangan Air Tawar yang Ditumbuhi dengan Tanaman Talas”.

Daerah sekitar Kedung Lumbu banyak menyimpan sejarah masa lalu yang erat hubungannya dengan Keraton dan Kompeni belanda daerah tersebut yakni alun-alun utara Keraton, Baluwarti yang berada di luar tembok Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat dan daerah Bathangan.

Daerah Kedung Lumbu kulon, juga terdapat beberapa lokasi yang masih berhubungan dengan Sunan Paku Buwana Raja Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat dan pemerintah kolonial.

Salah satu lokasi tersebut yakni Ndalem Hadiwijaya yang masih memiliki hubungan darah dengan SISKS Pakubuwana X, dan rumah milik etnis Arab dimana terdapat pintu keluar darurat yang terhubung hingga tiga rumah dengan tujuan mengamankan diri apabila Belanda menyerang.

Disisi lain, letak desa Sala yang berada dekat dengan Bengawan Sala yang sejak dahulu memiliki arti dan sejarah pentih dalam hubungan antara Kerajaan Jawa Tengah dan Jawa Timur di bidang sosial, ekonomi dan militer. Kedung Lumbu dan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat sendiri tidak dapat dilepaskan hubunganya, terlebih ketika keraton berdiri tepat diatas rawa yang belum didatangi oleh masyarakat.

Dengan keberadaan Ki Gede Sala selaku seespuh desa Sala, maka Keraton Kasunanan Surakarta yang awalnya berada di Kartasura dengan adanya geger pecinan memaksa untuk pindah keraton. Dan desa Sala lah yang sebenarnya berupa rawa-rawa akhirnya yang dipilih menjadi kerajaan.

Source https://www.kompasiana.com https://www.kompasiana.com/ibnurustamaji/5af42e6dbde5754f0108f882/napak-tilas-kedung-lumbu-cikal-bakal-keraton-kasunanan-surakarta-hadiningrat

Leave A Reply

Your email address will not be published.