Musik Pengiring Kesenian Sisingaan

0 199

Musik Pengiring Kesenian Sisingaan

Awal kemunculan kesenian Sisingaan Waditra / musik pengiring yang digunakan sangat sederhana, hanya memakai beberapa alat musik saja (seperti beberapa angklung pentatonis berlaras salendro), namun kemudian berkembang seperti saat ini.

Adapun peralatan musik pengiring kesenian sisingaan tersebut antara lain:
– 2 buah angklung galimer
– 2 buah angklung indung
– 2 buah angklung pancer
– 2 buah angklung rael
– 2 buah angklung ambrug
– 1 buah angklung engklok
– 1 buah terompet
– 2 buah dogdog lonjor
– 1 buah bedug
– 3 buah terbang

Selain musik tradisional Jawa Barat yang mengiringi sisingaan juga dinyanyikan lagu-lagu pada masa itu antara lain lagu badud samping butut, manuk hideung, sireum beureum, dan lain-lain. Sedangkan untuk lagu pembuka biasanya menampilkan lagu tunggul kawung. Apabila yang mempunyai adalah tokoh agama/ulama, maka lagu yang disajikan biasanya lagu yang bernuansa Islami atau shalawat nabi. Selanjutnya musik pengiring kesenian sisingaan ini terus berkembang. Sehingga dimasukan unsur waditra atau karawitan, hal ini karena adanya pengaruh serta kreativitas seniman dalam memainkan alat musik.

Waditra sangat berpengaruh dan menjadi unsur yang sangat penting pada saat helaran/pagelaran/pementasan, sehingga menjadi kesatuan yang tak terpisahkan. Pengembangan waditra tidak mengubah ciri khas dalam karawitan sisingaan, karena para seniman masih berpegang pada tradisi dan aturan-aturan (tetekon) sisingaan.

Waditra yang dipergunakan antara lain:

  • Satu buah gendang indung yang berfungsi untuk memberikan tekanan irama musik.
  • Satu buah gendang kemprang yang berfungsi untuk mengatur irama musik.
  • Dua buah kulanter yang berfungsi untuk mengatur tempo dan satu lagi dipukul diakhir kenongan.
  • Satu buah goong yang berfungsi untuk mengakhiri wiletan.
  • Satu buah kempul yang berfungsi untuk mengisi irama.
  • Tiga buah bonang atau ketuk yang berfungsi untuk mengisi ketukan.
  • Satu buah terompet yang berfungsi sebagai melodi dan mewakili lagu.
  • Satu buah kecrek berfungsi untuk mempertegas tekanan irama.

Dengan waditra atau karawitan tersebut, maka sisingaan bisa memainkan musik penca dan jaipong. Sehingga kedua jenis musik tadi dijadikan standar kesenian sisingaan. Juru kawih atau sinden merupakan penyanyi yang membawakan lagu daerah Jawa Barat dalam sisingaan. Juru kawih biasanya seorang perempuan yang memiliki suara merdu. Sedangkan lagu-lagu yang dibawakan antara lain: kesenian sisingaan,awi ngarambat, kembang beureum, buah kawung, arang-arang, siuh, senggot, sinur, tumbila diadu boksen, kulu-kulu sadunya, gondang.

Source https://www.tradisikita.my.id/ https://www.tradisikita.my.id/2017/02/sisingaan-kesenian-tradisional-subang.html
Comments
Loading...