Mokka’ Blabar, Tradisi Sebelum Perkawinan di Sampang

0 50

Mokka’ Blabar, Tradisi Sebelum Perkawinan di Sampang

Tradisi Mokka’ Blabar merupakan tradisi yang dilakukan oleh masyarakat Kabupaten Sampang, Madura. Tradisi ini sebagai bentuk rangkaian dari peristiwa adat perkawinan masyarakat setempat, yang pelaksanaannya dilakukan sebelum perkawinan berlangsung. Dalam proses pelaksaan tradisi ini dimulai ketika mempelai pria akan memasuki pekarangan rumah pengantin wanita.

Namun untuk memasuki pekarangan tersebut ada sejumlah syarat yang harus dijalankan, yaitu sang pengantin beserta rombongan (besan dari keluarga pengantin pria) harus melewati tujuh tirai atau Blabar berwarna merah yang dijaga sesepuh keluarga mempelai wanita. Ketika memasuki pekarangan pimpinan dan rombongan dari pengantin pria harus menyobek Blabar untuk bisa menemui keluarga pengantin wanita.

Setiap menyobek tirai harus menjawab pertanyaan simbolik penjaga tirai, yakni sesepuh dari keluarga pengantin wanita. Tanya jawab (dialog) tersebut terjadi dengan ungkapan bahasa kias, yaitu kalimat yang biasa digunakan dalam saloka. Dalam tahapan masuk dan menyobek tirai keluarga pria harus jeli menafsirkan kalimat-kalimat yang diajukan oleh penjaga tirai.

Sebab resikonya, bila ada pertanyaan yang tidak bisa dijawab bisa menjadi bencana perkawinan kedua mempelai. Sebagai misal ada pertanyaan yang dilontarkan penjaga tirai ketika memasuki tirai ketujuh, apa makna atau kias ‘kapur dan sirih’, interpretasinya bisa dipahami sebagai ‘suci dan berani’ dalam membina rumah tangga. Jadi hakikatnya berumah tangga ialah memadukan dua hati untuk membangun masa depan.

Tradisi Mokka’ Blabar merupakan simbol bagi kedua mempelai bahwa berumah tangga itu sulit dan mempunyai tanggung jawab yang tinggi. Jika tidak mampu menembus berbagai rintangan, maka besar kemungkinan rumah tangga akan cepat goyah Prosesi tradisi Mokka’ Blabar sekarang ini memang jarang dilakukan karena dianggap tidak praktis dan tidak relevan lagi pada jaman sekarang.

Bahkan sekarang ini, masyarakat yang menggelar tradisi ini masih ada, tapi tidak seutuhnya digunakan. Hal itu dikarenakan akan memakan waktu lama dan biaya yang tidak sedikit, jadi hanya 20 persen dari keseluruhan susunan prosesi yang masih dilalukan. Mokka’ Blabar ini sudah menjadi tradisi turun temurun di Sampang, yang secara simbolik menunjukan perjuangan mempelai pria untuk dapat meminang wanita idamannya tidaklah mudah.

Sebab dalam tirai yang harus dilalui itu masing-masing tirai ada pertayaan yang harus dijawab oleh rombongan mempelai pria, kalau tidak bisa menjawab bisa mengagalkan pernikahan itu. Nilai filosofis yang paling mendasar ialah upaya serius pengantin laki-laki untuk bisa hidup bersama dan menyingkirkan semua bentuk hambatan kehidupan rumah tangga. Yang menarik dalam tradisi pengantin ini ialah pembacaan ikrar secara bergantian antara pengantin laki-laki dan perempuan untuk saling menerima atas kekurangan keduanya, hingga kehidupan kelak di akhirat. 

Source http://www.timurjawa.com/ http://www.timurjawa.com/2019/03/14/mokka-blabar-tradisi-sebelum-perkawinan-di-sampang/
Comments
Loading...