Mitos Pemandian Air Terjun Widuri Grobogan

0 159

Mitos Pemandian Air Terjun Widuri Grobogan

Kabupaten Grobongan dengan Ibukotanya Purwodadi dengan luas wilayah 1.975,85 km². Secara geografis diapit oleh dua pegunungan kapur yaitu pegunungan Kendeng bagian selatan dan pegunungan Kapur utara dibagian utara. Batas wilayah sebelah timur Kabupaten Blora, sebelah barat Kabupaten Semarang dan Kabupaten demak, sebelah selatan Kabupaten Boyolali, Kabupaten Sragen dan Kabupaten Ngawi, disebelah utara Kabupaten Kudus dan Kabupaten Pati. Kabupaten Grobongan dikenal dengan keajaiban alamnya, potensi wisata yang ada antara lainya Wisata alam: Api Abadi Mrapen, Bleduk Kuwu, Sendang Coyo, Sendang Kenyongan, Air Terjun Widuri, Goa-goa Stalaktit dan Stalakmit. Wisata Buatan : Makam Ki Ageng Selo, Waduk Kedung Ombong, Waduk Bendung Klambu.

Panorama keindahan alam Air Terjun Widuri yang sangat menarik untuk dikunjungi saat liburan, pesonanya yang masih terlihat alami ini memberikan daya tarik tersendiri bagi para pengunjung, terlebih dengan mitos-mitosnya. Wana Wisata Air Terjun Widuri tersebut sangat ramai dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun luar kota dihari sabtu dan minggu. Secara grafis air terjun widuri tersebut di apit oleh gunung kendeng bagian selatan dan pegunungan gendeng utara batas wilayah Kabupaten Grobogan, yaitu perbatasan Pati selatan dengan Grobogan utara.

Meski agak berbukit turun naik jika ingin ketempat lokasi air terjun, namun hawanya sangat sejuk dan bisa melihat pemandangan yang indah disekitarnya. Tak hanya panoramannya yang sangat menarik dan indah, selain itu pemandian air terjun tersebut dipercayai warga setempat dan warga luar daerah bisa sebagai pelantara atau sarana pennyembuhan penyakit kulit di hari tertentu, jika mandi ditempat itu.

Dan nama Widuri sendiri berasal dari kata Widodaren (Bidadari). Menurut cerita warga setempat, “konon suatu hari Jaka Tarub berangkat berburu di kawasan Gunung Keramat tersebut, lalu Jaka Tarub Di gunung itu melihat sebuah telaga, tempat tujuh bidadari mandi. Jaka Tarub mengambil selendang salah satu bidadari. Ketika 7 bidadari selesai mandi, enam dari tujuh bidadari tersebut kembali ke kahyangan. Sisanya yang satu bidadari tersebut bingung mencari selendangnya, karena tanpa itu ia tidak mampu terbang. Akhirnya munculah Jaka Tarub yang datang menolong, Bidadari yang bernama Dewi Nawangwulan, hingga bidadari tersebut bersedia ikut pulang kerumahnya. Kemudian Keduanya menikah dan mendapatkan seorang putri bernama Dewi Nawangsih.

Selama hidup berumah tangga, Nawangwulan selalu memakai kesaktiannya. Sebutir beras bisa dimasaknya menjadi sebakul nasi. Suatu hari Jaka Tarub melanggar larangan Nawangwulan supaya tidak membuka tutup penanak nasi. Akibatnya kesaktian Nawangwulan hilang. Sejak itu ia menanak nasi seperti umumnya wanita biasa. Maka, persediaan beras menjadi cepat habis. Ketika beras tinggal sedikit, Nawangwulan menemukan selendang pusakanya tersembunyi didalam lumbung. Nawangwulan pun marah mengetahui kalau suaminya yang telah mencuri benda tersebut. Jaka Tarub memohon istrinya untuk tidak kembali ke kahyangan. Namun tekad Nawangwulan sudah bulat. Hanya demi bayi Nawangsih ia rela turun kebumi untuk menyusui saja.

Source Mitos Pemandian Air Terjun Widuri Grobogan Tempat Wisata
Comments
Loading...