Mitos Candi Bajang Ratu Trowulan Mojokerto

0 185

Mitos Candi Bajang Ratu Trowulan Mojokerto

Candi Bajang Ratu merupakan salah satu candi peninggalan Kerajaan Majapahit. Candi Bajang Ratu ini terletak di Kecamatan Trowulan, tepatnya di Desa Temon, Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Perkiraan Candi Bajang Ratu didirikan masih belum diketahui dengan pasti, tetapi berdasarkan relief yang terdapat di bangunannya, diperkirakan candi ini dibangun pada abad ke-13. Candi ini juga merupakan candi yang terbesar pada zaman kejayaan Majapahit. Menurut Bagus Arnawa, I.G. Penerbit Koperasi Pegawai Republik Indonesia Purbakala Trowulan, Candi ini satrukturnya bergaya “paduraksa” atau pintu gerbang beratap.

Candi ini berukuran 11,5 x 10,5m dengan tinggi mencapai 16,5m dan lebar pintu 1,4m. Kata “Candi” dalam bahasa Jawa yang artinya gapura sedangkan “Bajang Ratu” yang berarti “Raja Cacat / Raja Cilik”. Menurut tulisan didalam Kitab Pararaton, relief Sri Tanjung dan juga Badan Pelestarian Peninggalan Purbakala Mojokerto, Candi ini dinamakan Bajang Ratu karena candi ini dibangun untuk menghormati Raja Jayanegara (raja kedua Majapahit) yang umurnya masih sangat muda ketika dinobatkan sebagai raja dan untuk mengenang meninggalnya Raja Jayanegara yang terjadi pada tahun 1328M.

Menurut kepercayaan orang sekitar, suatu pamali bagi pejabat pemerintahan melintasi atau memasuki pintu gerbang Candi Bajang Ratu, karena dipercayai bisa mendatangkan nasib buruk. Begitu banyak wisatawan yang berkunjung dan ada pula warga sekitar yang sedang santai menikmati asrinya taman bersama keluarga mereka. Dilihat dari dekat, Candi ini terbuat dari 100% batu bata merah, kecuali lantai tangga serta ambang pintu bawah dan atas yang dibuat dari batu andesit.

Source Mitos Candi Bajang Ratu Trowulan Mojokerto Kompasiana Kabar Mojokerto
Comments
Loading...