Mitos Burung Jalak Lawu

0 381

Mitos Burung Jalak Lawu

Sebenarnya burung ini merupakan keluarga dari anis, tapi masyarakat sekitar lereng Lawu sering menyebutnya dengan nama  jalak lawu / jalak gading (karena bulunya berwarna gading). Membahas tentang jalak lawu pasti tidak akan jauh tentang mitos seputar jalak lawu dan gunung Lawu. Jalak lawu dikisahkan merupakan jelmaan dari Kyai Lawu, seorang abdi setia Prabu Brawijaya V yang merupakan raja terakhir dari kerajaan Majapahit yang melarikan diri ke gunung Lawu diakhir masa kerajaannya. Ada juga yang bilang jalak lawu merupakan burung peliharaan Prabu Brawijaya V yang ikut menemani beliau melarikan diri ke gunung Lawu.

Mitos yang beredar di masyarakat sekitar maupun pendaki adalah tidak boleh menggangu burung tersebut. Bagi yang melanggar larangan ini maka akan muncul suatu halangan atau musibah selama nanti dipendakian. Namun jika berniat baik maka burung ini kerap menjadi penunjuk arah bagi para pendaki agar tidak tersesat sampai dipuncak. Selain menjadi petunjuk arah, jalak lawu juga sering menjadi penanda bahaya jika akan terjadi sesuatu dijalan nantinya. Seperti kejadian beberapa waktu yang lalu saat terjadi kebakaran hebat digunung Lawu yang sampai menelan beberapa korban jiwa. Menurut penuturan saksi yang selamat mengatakan sebenarnya sudah diperingatkan oleh burung jalak lawu yang terbang-terbang menghalangi pendaki supaya berputar arah.

Terlepas dari mitos-mitos diatas jalak lawu merupakan burung endemik gunung Lawu dan tidak dapat ditemukan didaerah lain. Mungkin banyak jenis burung anis gunung yang lain tapi jalak lawu (anis lawu ) hanya dapat dijumpai digunung lawu saja. Burung ini memiliki penampilan berwarna gading (agak coklat kehitaman) dengan paruh dan lingkar mata bewarna kuning. Beberapa waktu yang lalu saya sendiri juga diberi kesempatan untuk naik ke gunung Lawu dan sepanjang perjalanan pulang selalu diikuti oleh burung tersebut. Dan memang benar jalak lawu memang sudah terbiasa dengan manusia, bahkan burung tersebut memiliki makanan kegemaran yang sudah bersimpangan dari makanan alaminya yaitu sisa-sisa mie instan dari para pendaki.

Source Mitos Burung Jalak Lawu Kicau Cicicuit
Comments
Loading...