Mitos Banyu Biru Pasuruan

0 119

Mitos Banyu Biru Pasuruan

Masih melekat begitu erat mitos Ikan keramat yang mendiami pemandian kolam Banyu Biru. Saat ini, pemandian tersebut dijadikan tempat wisata. Saat memasuki lokasi, pengunjung dihadapkan oleh penampakkan kolam dengan air yang berwarna kebiru-biruan dan pohon yang sudah tua berjajar mengiringi kolam. Itu sebabnya, tempat tersebut dinamai Banyu Biru. Ada empat kolam yang berjajar di sana.

Konon cerirtanya, kolam pemandian ini sudah ada sejak masa penjajahan Belanda. Hiduplah ratusan ekor ikan yang panjangnya mencapai satu meter di kolam tersebut. Kolam pemandian Banyu Biru pun dibiarkan begitu saja, ada dan berkembang secara alami. Di sana terdapat Ikan Hitam yang disebut sebagai Ikan Sengkaring. Konon ceritanya, Ikan Sengkaring adalah para pengawal pada masa kerjaaan Majapahit.

Pada saat, Kerajaan Majapahit masuknya Islam ke dalam kerajaan, terjadi perpecahan. Penggawa kerajaan yang beragama Hindu. Mereka tersingkir ke daerah Pasuruan dan sebagian ke Tengger. Dua prajurit dari Kerajaan Majapahit itu adalah, Tombro dan Kebut juga ikut menyingkir ke hutan dan membangun tempat pemukiman yang sekarang telah menjadi Desa Sumberejo. Kebut bekerja menjadi pembuat keris dan Tombro bekerja menjadi petani dan peternak kerbau serta memelihara monyet.

Saat menggembala, Tombro yang sedang menunggukerbaunya untuk kembali dari mencari rumput di hutan, khawatir karena kerbau–kerbau peliharaannya tak kunjung datang. Akhirnya, Tombro pergi menyusuri hutan untuk mencari mereka dan menemukan kerbau–kerbaunya terjebak di kubangan lumpur. Tombro mengeluarkan mereka dari kubangan lumpur tersebut, dia melihat kubangan lumpur itu berubah menjadi kolam air yang jernih yang kebiruan. Ikan–ikan Sengkaring yang berenang di sana dapat terlihat langsung.

Mitos yang berkembang dari zaman dulu, mengatakan bahwa ikan-ikan sengkaring adalah prajurit Kerajaan Majapahit yang dikutuk. Sehingga, tidak ada warga yang berani menyentuh ikan-ikan tersebut karena mitosnya. Terlebih, beredar mitos bahwa, apabila masyarakat yang memegang atau mengambil ikan-ikan di kolam pemandian Bayun Biru, maka akan terjadi balak pada pengambilnya.

Terlebih itu, benar tidaknya mitos yang berkembang pada masyarakat Pasuruan. Kita harus melestarikan adat dan budaya sekitar agar tetap terjaga keasliannya. Saat ini, kolam pemandian Bayun Biru sudah menjadi objek wisata karena nilai mitos dan budaya yang terkandung dalam kolam pemandian tersebut.

Source Mitos Banyu Biru Pasuruan Filosofi Kota
Comments
Loading...