Misteri Kutukan Nyi Ronggeng

0 201

Misteri Kutukan Nyi Ronggeng

Nyi Ratna Herang merupakan seorang penari ronggeng terkenal di 1920-an. Kemolekan wajah dan keindahan bentuk tubuhnya memang termasyur. Namun sayang, ada sebuah tragedi mengenaskan yang membuat sang penari ronggeng tersebut terenggut nyawanya. Jasad sang penari tersebut dihanyutkan ke sungai. Akan tetapi, ketika ditemukan, jasad penari ini lalu dikubur disisi sungai Cigede. Saat ini makam Nyi Ratna Herang (si penari Ronggeng) acap kali jadi obyek mencari berkah. Meskipun, sesepuh kampung di sana melarang keras siapa pun menziarahi makam Nyi Ratna Herang.


Cerita sukses seorang penari Ronggeng termasyhur di era 1920an ini masih terngiang hingga sekarang, khususnya bagi Masyarakat Kuningan, terlebih untuk kalangan pekerja seni, tidaklah mudah melupakan namanya.  Sobat infometafisik.com, di masa jayanya, nama Ratna merupakan sosok wanita yang memiliki kecantikan diatas rata-rata. Sebelum tragedi pilu yang dia alami, umurnya saat itu baru menginjak 19. Rambutnya panjang tergerai indah. Bodynya sungguh aduhai.

Bila dalam bahasa sunda, kemolekan Ratna Herang semacam itu dikiaskan dengan kata-kata nu geulis ka wanti-wanti, endahna kabina-bina. Tiap kali ia tampil di atas panggung, mulai dari ujung rambut hingga ujung kuku selalu jadi perhatian para kaum adam. Para jawara, para bangsawan, hingga rakyat biasa, mabuk kepayang melihat kemolekan Ratna Herang.

Disamping kecantikan yang sempurna, Nyi Ratna Herang memang seorang ronggeng berbakat. Dia tenar karena kemampuan, tidak semata-mata karena kecantikannya. Hampir tiap ada hajatan, pesta-pesta, atau perayaan, orang-orang selalu menggelar panggung dengan ronggeng Nyi Ratna Herang. Setiap kali Nyi Ratna Herang manggung, banyak sekali orang yang menonton. Jangankan kaum pria, kaum wanita pun banyak yang menyukai keindahan tarian dan tubuh sang Ronggeng. Tidak sedikit kaum wanita yang bermimpi parasnya bisa secantik Nyi Ratna.

Di suatu perayaan, saat itu Nyi Ratna Herang diundang menjadi bintang. Saat itu hadir kaum menak (bangsawan), orang-orang kaya, serta para jawara.  Mereka berlomba ingin menari bersama Nyi Ratna. Bukan itu saja, tak sedikit pula yang ingin mempersuntingnya menjadi istri. Akan tetapi, ada pantangan dari mucikari yang membesarkan namanya. Bahwa Nyi Ratna terikat perjanjian untuk tidak menjadi seorang istri sebelum satu hajatnya dicapai.

Untuk itulah keinginan mempersunting Nyi Ratna Herang tinggal impian belaka. Dan di sisi lain predikat kaum ronggeng yang negatif ketika itu sudah telanjur melekat. Sebab selain memiliki suara yang merdu, tubuh yang sempurana dan tarian bagus, para ronggeng ketika itu bisa diajak kencan. Dan tak jarang siap bermain ranjang dengan siapa saja yang bersedia membayarnya dengan harga yang tinggi.

Seperti itulah image negatif itu juga menimpa Nyi Ratna Herang. Maka tidak mengherankan, setiap ada pesta yang menghadirkan Nyi Ratna Herang sebagai ronggeng, pasti selalu terjadi keributan. Sebab utamanya tiada lain karena, penonton berlomba-lomba untuk bisa menari atau mem-booking Nyi Ratna Herang.

Pada suatu waktu, terjadilah keributan antara dua orang jawara yang jatuh hati kepada Nyi Ratna Hering. Mereka berebut ingin bercinta dengan Sang ronggeng. Sebagai jawara, mereka bersumpah siapa yang menang dalam pertarungan itu, maka dia yang berhak atas Nyi Ratna Herang. Puncaknya terjadilah pertarungan yang sengit. Namun tidak ada seorang pun dari mereka keluar sebagai pemenang, sebab keduanya sama kuat.

Terbunuh

Tak disangka pertarungan memperebutkan Nyi Ratna Herang kali ini berbuah petaka. Tubuh Nyi Ratna terluka parah. Dan luka itu membuatnya meninggal di tempat kejadian. Dan sesaat sebelum Nyi Ratna Herang menghembuskan nafas terakhirnya, dari bibirnya yang mungil kutukan itu terucap:  “Disini(di daerah ini), tak akan ada perempuan yang secantik dirinya sampai umur 19 tahun” itulah bunyi kutukannya.

Dari penuturan orang-orang tua di sana, kata-kata bertuah atau supata itu mengandung arti tidak akan ada perempuan yang cantik dengan rambut panjang tergerai sampai usia 19 tahun di daerah tersebut. Sobat infometafisik.com, Oleh karena itu, janganlah heran bila di Ciherang – Kuningan, cukup sulit menemukan gadis cantik yang berusia dibawah 19 tahun. Kebanyakan dari mereka diungsikan oleh orang tuanya ke rumah saudaranya di luar Ciherang. Nanti, setelah usia mereka lewat 19 tahun, maka mereka baru kembali ke Ciherang. Dipercaya, sampai saat ini sudah 9 orang gadis cantik menjelang usia 19 tahun yang meninggal dunia. Para gadis ini meninggal dengan berbagai cara, mulai dari yang aneh, juga ada yang menderita sakit terlebih dahulu, baru kemudian meninggal.

Makam Nyi Ratna Herang

Sesudah Nyi Ratna Herang meninggal akibat tragedi pertarungan itu, mayatnya dihanyutkan di sungai Cigede. Hingga akhirnya jasad Nyi Ratna Herang ditemukan warga di Blok Pamujaan tepatnya di Desa Ciherang. Jasad yang sudah rusak dan mengeluarkan bau itu dimakamkan di pinggir sungai, tidak jauh dari tempat ditemukannya. Berita penemuan mayat Nyi Ratna Herang cukup menggemparkan masyarakat sekitar sungai. Maklumlah, karena Nyi Ratna merupakan seorang Ronggeng tersohor.

Source Misteri Kutukan Nyi Ronggeng Infometafisik
Comments
Loading...