Misteri Gunung Sindoro

0 272

Misteri Gunung Sindoro

Gunung Sindoro, dengan ketinggian puncaknya yang mencapai 3.150 mdpl, merupakan gunung tertinggi di Jawa Tengah pada urutan ke-4. Letaknya berdekatan dengan kota Temanggung dan berada persis di samping gunung Sumbing, hanya tersekat sebuah jalan raya. Dengan gunung Sumbing, Sindoro disebut-sebut sebagai gunung kembar.

Selain nama Sindoro, gunung ini pun dapat disebut dengan nama Sindara atau Sindoro. Merupakan gunung berapi aktif, sejarah letusannya tidak terlalu ekstrim, karena Sindoro hanya meletus dalam sekala ringan atau sedang. Sampai saat ini, gunung Sindoro merupakan salah satu gunung favorit bagi para pendaki gunung. Saat mendaki di Sindoro, kamu akan menikmati setiap keindahan alam dalam bentangan yang luas dan sejarah panjang di masa lampau. Berikut ini merupakan misteri Gunung Sindoro:

Sejarah Penamaan Gunung Sindoro

Sejarah penamaan kedua gunung (Sindoro-Sumbing) tersebut berawal dari kisah tentang satu keluarga yang memiliki 2 putera kembar, satu putera memiliki perangai yang usil dan satu lainnya memiliki kepribadian yang arif, bijaksana dan santun. Namun di antara keduanya selalu terlibat pertengkaran, sepanjang hari bertengkar, terus-menerus, membuat ayah mereka menemui batas kesabarannya. Dengan perasaan marah, sang ayah memukul putera yang usil hingga bibirnya robek (dalam bahasa daerah disebut sumbing). Maka nama Sumbing diambil dari bibir yang robek tersebut. Sedangkan, nama Sindoro merupakan serapan dari pribadi arif sang saudara kembar, ‘ndoro’ adalah sebutan untuk kepribadian yang bijaksana dan santun, maka tercetuslah nama Si’ndoro.

Misteri Kehadiran Kabut Hitam yang Sering Menyesatkan Para Pendaki Gunung

Menurut penuturan warga Kledung, sebuah desa di dekat gunung Sindoro, mereka memaparkan bahwa sering terlihatnya kabut yang menyelimuti gunung Sindoro, kabut tersebut disebut sebagai ‘pedhut’. Ada dua jenis, yaitu kabut berwarna hitam dan putih. Kabut putih sangat sering terlihat, bahkan hampir setiap hari, menyelimuti puncak dan badan gunung. Sedangkan, kabut hitam lebih sering terlihat di kawasan puncak, sering muncul seketika dan sering menyesatkan pendaki, membuat mereka bingung untuk mencari jalan pendakian yang benar.

Misteri Jin Baik, Sang Penunggu Gunung Sindoro

Setiap gunung yang ada di belahan dunia memiliki penghuninya tersendiri, begitupun dengan gunung Sindoro. Namun, keistimewaannya, para penghuni di gunung Sindoro dikenal sebagai jin baik yang beriman kepada Allah SWT. Jin-jin itu tidak menyukai perbuatan kotor manusia yang dilakukan di Gunung Sindoro.

Maraknya Maksiat, Membuat Sindoro Meletus

Sebagaimana yang telah disebutkan di atas, jin yang menempati gunung Sindoro merupakan jin-jin yang baik. Konon, di masa lampau, gunung Sindoro pernah meletus yang disebabkan maraknya maksiat yang dilakukan di kawasan gunung Sindoro. Kala itu, para jin yang telah bosan dengan maraknya maksiat, berdo’a kepada Allah agar manusia diberikan hukuman, maka terkabullah do’a tersebut, meletuslah gunung Sindoro. Karenanya, saat ini, warga sekitar masih percaya bahwa beberapa tempat di kawasan gunung Sindoro merupakan kawasan suci dan pantang melakukan dosa di kawasan suci tersebut.

 Letusan Gunung Sindoro Melumat Peradaban Mataram Kuno

Lewat situs Liyangan di Temanggung dan banyak artefak sejarah yang ditemukan di Wonosobo, para ahli sejarah dapat menyimpulkan bahwa dahulu, kerajaan Mataram kuno pernah menjalankan perdaban di kawasan gunung Sindoro. Namun, peradaban tersebut musnah ketika gunung Sindoro meletus dalam sekala yang teramat dahsyat yang terjadi sebelum pencatatan modern.

Sindoro Adalah Pusat Energi Feminitas dan Sumbing Pusat Energi Maskulin

Menurut beberapa kepercayaan, di dunia ini ada 2 macam aliran energi yang bertugas untuk menjaga keseimbangan alam dunia, seperti Yin dan Yang dalam kepercayaan umat Tionghoa. Begitu pula menurut kepercayaan warga setempat gunung Sindoro. Gunung Sindoro merupakan simbol feminitas yang bersifat dingin dan Sumbing adalah simbol maskulinitas yang bersifat panas. Keduanya bertugas menjaga keseimbangan tanah pulau Jawa.

Sindoro Adalah Pusat Energi Feminitas dan Sumbing Pusat Energi Maskulin

Menurut beberapa kepercayaan, di dunia ini ada 2 macam aliran energi yang bertugas untuk menjaga keseimbangan alam dunia, seperti Yin dan Yang dalam kepercayaan umat Tionghoa. Begitu pula menurut kepercayaan warga setempat gunung Sindoro. Gunung Sindoro merupakan simbol feminitas yang bersifat dingin dan Sumbing adalah simbol maskulinitas yang bersifat panas. Keduanya bertugas menjaga keseimbangan tanah pulau Jawa.

 Bunga Edelweis di Gunung Sindoro yang Wangi Semerbak

Saat ini, keberadaan bunga Edelweis semakin langka, karena banyak dicabut oleh tangan para pendaki yang tidak bertanggung jawab. Bila kamu sedang merasakan rindu kepada wangi bunga Edelweis, pergilah ke gunung Sindoro. Sebab, bunga Edelweis di gunung Sindoro adalah yang paling wangi di antara bunga Edelweis di gunung lainnya, bahkan hingga 3 tahun setelah terlepas dari tangkainya wanginya akan tetap bertahan.

Konon, semerbak wangi pada bunga Edelweis di gunung Sindoro diakibatkan karena Edelweis tersebut dijaga oleh para bidadari. Saat letih setelah bergelut dengan track gunung Sindoro, usahakan untuk tidak melamun. Sebab, saat kamu melamun, memudahkan makhluk gaib mengganggu dirimu, membawamu ke dalam dunia halusinasi, kepada sensasi melayang di atas angin, setengah sadar, kau berada di bibir jurang dan terjatuh ke dalamnya atau masuk dalam rimbunnya hutan, tersesat di dalamnya.

Sejarah Letusan Gunung Sindoro

Sejak abad ke-19, dalam catatan modern, gunung Sindoro sudah pernah meletus sebanyak 12 kali, yakni pada tahun 1806, 1818, 1882, 1883, 1887, 1902, 1903, 1906, 1908, 1910, 1970 dan 2011. Dalam catatan sejarah tersebut, serta endapan hasil letusannya. Para ahli memperkirakan bahwa letusan gunung Sindoro didominasi oleh letusan bertipe strombolian.

Source http://www.pendakigunung.top http://www.pendakigunung.top/2017/09/9-misteri-gunung-sindoro-tempat.html
Comments
Loading...