Menghitung Hari Meninggal Dalam Kalender Jawa

0 86

Adat di Jawa memang sangat kental dengan budaya budaya Hindu-Islam, Maka tak heran saat seseorang meninggal maka ia mulai dari  7 hari, 40 hari dan seterusnya di “Gendureni” ( Selamatan ) dengan maksud mendoakan almarhum.

Menurut beberapa pendapat selamatan untuk orang yang telah meninggal memang bukan warisan budaya islam, namun hal tersebut juga tidak bertentangan dengan ajaran agama dimana mendoakan orang yang telah meninggal merupakan hal yang baik.

Namun perlu diketahui bahwa dalam mencari hari selamatan, tidaklah sama dengan hari pada kalender umum atau kalender masehi. perbedaan mendasar pada kalender Jawa dengan Kalender masehi adalah jika di kalender Masehi pergantian hari terjadi saat tengah malam (pukul 00.00 malam), maka pergantian hari pada kalender Jawa justru terjadi pada saat memasuki waktu Maghrib (sekitar pukul 18.00).

Oleh karenanya, pada adat Jawa dalam perhitungan hari meninggal maka aturan perubahan hari yang dipakai adalah seperti diatas tersebut, artinya jika seseorang meninggal sebelum masuk waktu magrib ( Misalnya pukul 14.00) hari Senin Pahing, maka secara aturan Jawa ia meninggal pada hari yang sama yaitu Senin Pahing. namun jika orang tersebut meninggal setelah Magrib ( Misalnya pukul 20.00 ) hari Senin Pahing, maka secara aturan Jawa sejatinya ia meninggal pada hari Selasa Pon.

Maka jika ada keluarga yang meninggal dan ingin mengetahui kapan hari selamatan ( 7 hari, 40 hari, 100 hari, hingga pendak, pendak pindo dan seterusnya ) maka yang dibuat patokan adalah bahwa pergantian hari terjadi pada waktu magrib.

Source http://wartajowo.blogspot.com http://wartajowo.blogspot.com/2018/10/menghitung-hari-meninggal-dalam.html
Comments
Loading...