Tradisi Tedak Siten Di Yogyakarta

0 412

Tradisi Bagi Bayi Yang Ada Di Jawa

Ragam Suku jawa adalah suku yang menduduki nusantara, memiliki beragam adat istiadat dan budaya. Banyak adat istiadat yang dimiliki masyarakat suku jawa salah satu contohnya adalah slametan. Slametan adalah sebuah prosesi ritual wujud syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dan meminta pertolongan/keselamatan dalam kehidupan sehari-hari  agar tidak mendapatkan musibah. Slametan di lakukan dengan mengundang beberapa kerabat atau tetangga  dekat yang kemudian berkumpul di salah satu rumah warga yang mengadakan acara slametan tersebut. Secara tradisional hal yang pertama kali di lakukan pada upacara slametan adalah pembacaan doa bersama. Dulu pembacaan doa ini dilakukan dengan duduk bersilah di atas tikar dan di lingkari dengan nasi tumpeng dan lauk pauk, namun sekarang  prosesi slametan tidak dilakukan dengan cara duduk bersilang di atas tikar dan dikelilingi nasi tumpeng lagi. Acara slametan sekarang lebih cenderung menambahkan hiburan–hiburan yang bersifat moderenisasi, akan tetapi tidak melupakan tujuan  awal dari slametan itu sendiri yaitu sebagai wujud syukur dan meminta keselamatan pada Tuhan Yang Maha Esa.

Slametan yang di lakukan masyarakat suku Jawa di lakukan dimana seseorang tersebut memasuki jenjang yang lebih tinggi. Menurut pakar, Geertz mengkategorikan  ke dalam empat jenis utama:

  1. Yang berkaitan dengan kehidupan: kelahiran, khitanan, pernikahan, dan kematian
  2. Yang terkait dengan peristiwa perayaan Islam.
  3. Bersih Desa (“pembersihan desa”), berkaitan dengan integrasi sosial desa.
  4. Kejadian yang tidak biasa misalnya berangkat untuk perjalanan panjang, pindah rumah, mengubah nama, kesembuhan penyakit, kesembuhan akan pengaruh sihir, dan sebagainya.

Dimana pada pengategorian yang di kemukakan oleh Cliffod Greetz, hampir pada setiap tingkatan-tingkatan  kehidupan manusia mulai dari di dalam rahim ibu atau yang di kenal dengan 7 bulanan hingga upacara pada saat kematian. Masyarakat suku jawa melakukan upacara Slametan  karena di percaya bertujuan sebagai bentuk syukur dan permohonan agar diberi keselamatan, kesehatan, dan rezeki  kepada Tuhan Yang Maha Esa. Slametan yang di lakukan pada masyarakat suku Jawa memiliki waktu-waktu tertentu dalam pelaksanaanya  sesuai dengan peraturan yang di miliki masyarakat tersebut

TEDAK SITEN

Salah satu upacara Slametan yang  dilakukan oleh masyarakat suku jawa  khususnya Jogjakarta ialah upacara tedak siten. Tedak Siten adalah salah satu prosesi yang sangat penting pada suku jawa. Tedak yang artinya adalah menapakan /turun, sedangkan siten yang artinya tanah. Jadi tedak siten  secara bahasa memiliki arti menapakan/turun  tanah. Tedak siten atau turun tanah memiliki makna yang sangat penting bagi suku jawa sendiri. Tedak siten biasanya di lakukan oleh bayi yang berumur tujuh bulan, tujuh bulan disini mengikuti kelender penanggalan jawa. Jadi usia bayi yang harus melaksanakan prosesi tedak siten harus berumur tujuh atau delapan bulan pada penanggalan jawa, atau bisa di bilang tujuh bulan lebih. Bayi yang belum melakukan prosesi tedak siten tidak diperbolehkan untuk memijak tanah jadi orang tua bayi harus berusaha agar anaknya tidak memijak tanah sebelum waktu yang telah di tetapkan atau  sebelum upacara tersebut terlaksana.

Upacara tedak siten sendiri memiliki berbagai makna di antaranya sebagai rasa syukur terhadap  Tuhan Yang Maha kuasa,  adat budaya ini di laksanakan sebagai penghormatan kepada bumi tempat si anak menginjakkan kakinya ke tanah pertama sekali, sebagai  permohonan doa kepada Tuhan Yang Maha Esa agar kelak si anak diberi kemudahan, kesehatan  dan kesuksesan dalam menjalani kehidupannya di masa yang akan datang tanpa menemui masalah –masalah yang rumit dalam kehidupannya kelak.

 

Source Tradisi Bagi Bayi Yang Ada Di Jawa upacara tedak siten salah satu upacara slametan pada suku Jawa
Comments
Loading...