Mengenal Tradisi Wawacan Syekh dari Banten

0 85

PANDEGLANG, Jika kita menghadiri acara khitanan, kawinan, naik haji, membangun dan ruwatan rumah, membuka warung / toko baru atau membeli kendaraan baru, masyarakat Banten biasanya sering mangadakan acara wawacan syekh atau maca syekh. Berawal dari rasa penasaran saya mencoba mencari tahu tentang tradisi ini.

Sebuah Laporan Akhir Penelitian yang dilakukan Ruby Ach. Baedhawy akhirnya saya temukan, laporan penelitian yang berjudul Wawacan Seh (Manaqib Abd al-Qadir al-Jilani). Praktek dan Fungsi dalam Kehidupan Sosial di Banten ini, ditulis pada tahun 2007 bekerjasama dengan Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta dan Lembaga Penelitian Institut Agama Islam Negeri “Sultan Maulana Hasanudin” Banten. Posting ini saya bagi menjadi beberapa bagian, agar pembahasannya lebih fokus.

Masyarakat yang menyelenggarakan acara wawacan syekh atau maca syekh berkeyakinan bahwa dengan dibacakan manaqib akan mendapatkan keselamatan, keberkahan dan keinginannya tercapai. Ritual maca syekh yang mereka lakukan pada berbagai acara bertujuan meminta keselamatan dan tolak bala’.

Pengaruh tasawuf atau tarekat dalam masyarakat hingga kini masih sangat terasa. Salah satu tarekat yang hingga kini terkenal di Banten adalah Qadiriyah wa Naqsybandiyah. Pengikut tarekat ini pun tersebar secara luas di masyarakat. Pembacaan manaqib Abd al-Qadir al-Jaelani masih dapat dengan mudah ditemukan di hampir seluruh penjuru di Banten. Pembacaan manaqib ini dikenal dengan wawacan syeh, yang memuat tentang cerita-cerita penuh teladan dan perbuatan ajaib sang wali.

Tradisi pembacaan Manaqib ini di Banten telah ada semenjak paruh pertama abad ke-17. Hal ini terlihat pada abad itu sudah adanya adaptasi pembacaan Manaqib tersebut dalam versi Jawa yang menggunakan dialek Banten – Cirebon.

Source https://humaspdg.wordpress.com/2010/04/17/mengenal-tradisi-maca-syekh-bagian-i/ https://humaspdg.wordpress.com/
Comments
Loading...