Mengenal Bagian Blangkon Jogja

0 93

Mengenal Bagian Blangkon Jogja

Bentuk sempurna dari sebuah mahakarya adalah perpaduan antar elemen penyusun yang serasi. Ketika anda melihat manusia normal, anda akan melihat bagian bagian manusia yang serasi pula, satu sama lain tidak saling mengganggu sehingga kinerja dari semuanya dapat dirasakan secara optimal. Bila ketika melihat elektronik misalnya televisi, juga merupakan perpaduan dari bagian bagiannya yang saling mendukung. Bila ada komponen yang tidak mendukung, keindahan suatu ciptaan akan terdapat kecacatan. Blangkon jogja juga mempunyai bagian bagian yang saling berpadu menciptakan kesempurnaannya.

Bagian –bagian Blangkon jogja yang paling utama ketika dilihat dari luar adalah sebagai berikut:

Wiron

Wiron adalah bagian blangkon yang melilit mengelilingi agar tetap kencang dan tidak lepas, wiron ini tersusun atas kain yang dilampit-lampit hingga menyerupai undak-undakan. kemudian direkatkan dengan benang atau lem. Wiron ini terdiri atas dua sisi kain, kain kanan dan kain kiri. Salah satu kain ini menimpa kain yang satunya, sehingga hanya satu kain yang paling terlihat dari depan. Biasanya kain yang berasal dari lajur kiri menimpa kain yang berasal dari lajur kanan. Di dalam blangkon jogja, umumya wiron di beri lapitan hingga tujubelas lampitan.

Kuncung

Kuncung blangkon / adalah bagian blangkon yang terletak di depan menonjol seperti lidah yang berada dibawah wiron atau juga ada yang berada di atas wiron. Bentuk dari kuncung ini biasanya menyerupai wajik atau persegi empat.

Tengahan

Tengahan adalah bagian blangkon yang paling tipis, tengahan ini adalah bagian yang menyatukan antara wiron bagian kanan blangkon dan bagian kiri, juga menyatukan antara bagian depan dan juga mondolan blangkon. tengahan ini terletak diatas rambut pemakai blangkon. tengahan ini yang memisahkan antara kepala dengan kontak luar yang ada di atasnya.

Sintingan

Sintingan adalah bagian blangkon yang menyerupai sayap di bagian belakang blangkon. letak dari sintingan ini di bawah bagian tengahan dan menghimpit mondolan, pada blangkon mataraman, sintingan ini menempel pada badan blangkon, namun untuk blangkon jenis senopaten bagian sintingan dibiarkan terlepas dari blangkon jogja alusan sehingga tampak seperti sayap yang mengepak. Model senopaten sering digunakan oleh tokoh yang memerankan Pak Raden dalam cerita Si Unyil.

Mondolan

Mondolan adalah bagian belakang blangkon yang berbentuk bulat seperti telur. Bagian ini adalah bagian untuk menahan rambut panjang agar tidak terurai. Karena pada zaman dahulu banyak anggota kraton yang gondrong, sehingga ketika diikat dan di pasang blangkon menyerupai bulatan telur. Ada perbedaan bentuk mondolan antara blangkon jogja dan blangkon solo. Untuk blangkon jogja mondolan ini berbentuk bulat telur.

Kepet

Kepet adalah kain blangkon yang terletak di bagian belakang, kain ini terlihat seperti sayap ikan koi yang melambai-lambai. Panjang dari kepet sendiri bermacam macam, ada yang sangat pendek dan ada juga yang panjang hingga 1 meter.

Selain bagian bagian ini juga terdapat hal yang mendukung blangkon untuk mempertahankan bentuknya ketika dipakai, salah satunya adalah kerangka dalam blangkon. kerangka ini membantu pembuat blangkon untuk menjaga tampilan blangkon. kerangka ini juga yang menentukan ukuran besar kecilnya blangkon.

Pada zaman sekarang, selain bagian utama bloangkon jogja di atas, banyak sekali para penggemar blangkon yang menambahkan aksesoris untuk mempercantik tampilan blangkon. mulai darin payet, manik-manik, logam, hingga jenis bebatuan yang mengkilap. Kebiasaan penambahan ini biasanya diaplikasikan untuk kegiatan pesta.

Source http://blangkonjogja.com/ http://blangkonjogja.com/mengenal-bagian-blangkon-jogja/
Comments
Loading...