Melestarikan Tradisi Jawa Di Sendangbiru

0 132

Melestarikan Tradisi Jawa Di Sendangbiru

Warga Dusun Sendangbiru, Desa Tambak Rejo, Sumbermanjing Wetan tiap tahun menggelar ritual bersih desa. Sebuah upacara untuk mengucap syukur kepada Tuhan. Dilangsungkan setiap Juli. Ribuan warga sebagian mengenakan pakaian adat, perempuan berkain jarik dan berkebaya sedangkan laki-laki mengenakan kain lurik dan berpeci.

Mereka mengikuti arak-arakan menuju ke sendang biru. Arak-arakan diikuti para pelajar Sekolah Dasar, perangkat dusun dan Kepala Dusun setempat. Mereka membawa encek yakni sebuah nampan yang terbuat dari pelepah dan daun pisang. Nampan berisi tumpeng aneka makanan, lauk dan buah.

Pelajar wajib ikut. Mereka generasi penerus dan mengikuti jejak leluhur. Selain itu, juga dilengkapi tumpeng dan jenang abang dan jenang putih atau bubur merah dan bubur putih. Perlambang ucap syukur seperti tradisi Jawa.

Ribuan orang meriung, duduk bersila. Di tengah-tengah berjajar tumpeng dan bubur. Tokoh agama setempat memanjat doa, menyampaikan ucap syukur atas kelimpahan hasil pertanian dan tangkapan ikan di Sendang Biru.

Usai doa, seluruh tumpeng dan bubur dimakan bersama. Selain sebagai ungkapan syukur juga untuk berharap musim tangkapan mendatang ikan melimpah dan pertanian subur. Juga digelar ritual penyusian, Kepala Dusun membasuh sebagain badan dan tubuh dengan air sendang. Menurut sesepuh Dusun Sendangbiru,  penyucian ini diharapkan pemimpin memiliki pemikiran yang selalu jernih dalam memimpin.

Konon air di sendang selalu melimpah, tak pernah habis. Meskipun desa setempat kemarau berbulan-bulan dan mengalami krisis air. Masyarakat meyakini bahwa sendang merupakan sebuah anugerah yang besar bagi masyarakat Sendangbiru. Air dan rezeki melimpah.

Source https://www.terakota.id/ https://www.terakota.id/kisah-sendangbiru-dan-melestarikan-tradisi-jawa/
Comments
Loading...