Masa Dipiare Adat Betawi

0 300

Masa Dipiare Adat Betawi

Masa dipiare yaitu masa calon pengantin wanita (biasa disebut none mantu) dipelihara oleh tukang piare selama satu bulan. Dimaksudkan untuk mengontrol kegiatan, kesehatan, dan memelihara kecantikan calon none mantu menghadapi hari pernikahan. Selain perawatan fisik, juga dilengkapi program diet dengan pantang makanan tertentu untuk menjaga berat tubuh ideal calon mempelai wanita, juga disertai minum jamu godok dan jamu air akar secang, memakai lulur serta menjalani beberapa pantangan, misalnya tidak boleh menukar pakaian, makan goreng-gorengan dan lain-lain. Semua ini dilakukan agar calon pengantin di Betawi tersebut menjadi singset atau langsing, sehingga kelihatan lebih cantik, bercahaya wajahnya/kulitnya pada waktu dirias.

Sekarang ini sulit sekali untuk memelihara calon none mantu selama satu bulan, sehingga kegiatan ini hanya dilakukan dalam 1-2 hari menjelang pernikahan. Pada masa itu ada kebiasaan bahwa calon pengantin sebelum siraman, giginya dipapat (diratakan), hal ini kemudian sudah tidak dijalankan lagi. Papat biasanya di lakukan untuk mempercantik calon pengantin tersebut sehari sebelum hari pernikahan atau pagi harinya.

Sebelum upacara mandi, calon pengantin meminta izin orang tuanya dengan menemuinya dan mencium tangannya, dan mengenakan kemben serta kebaya tipis, rambut disanggul biasa dan mengenakan kerudung tipis. Yang memandikannya hanya tukang piare pengantin (kecuali ada permintaan lain dari pihak keluarga, misal disertakan juga beberapa orang tua), sedangkan yang lain hanya menyaksikan saja.

Perlengkapan dalam melaksanakan tradisi piare ini seperti :

1) Kembang 7 rupi (setaman)

2) Paso tanah

3) Gayung batok

4) Pedupaan dengan setanggi/gahru yang diletakkan di bawah bangku tempat pengantin duduk.

Untuk menghindari hal – hal yang tidak diinginkan oleh keluarga pengantin, pakaian bekas mandi diberikan kepada tukang Piare Pengantin sebagai hadiah. Setelah upacara mandi, pengantin menjalani upacara tangas atau kum (semacam mandi uap) untuk membersihkan bekas-bekas dari pori – pori dan membuat kulit pengantin menjadi wangi serta tidak mengeluarkan keringat pada waktu di rias.

Source Masa Dipiare Adat Betawi pengetahuan dan pembelajaran umum
Comments
Loading...