Mandiin Adat Betawi

0 386

Mandiin Adat Betawi

Acara mandiin calon pengantin wanita diadakan sehari sebelum akad nikah dan biasanya diawali dengan pengajian. Perlengkapan yang perlu disediakan antara lain kembang setaman, ramuan tambahan berupa daun jeruk purut, pandan wangi, akar wangi, daun mangkokan, daun sereh dan sebagainya, paso dari tanah, kursi rotan berlubang-lubang atau kursi kayu yang tengahnya diberi lubang dan tikar pandan sebagai penutup saat acara tangas.

Biasanya, sebelum acara siraman dimulai, mempelai wanita dipingit dulu selama sebulan oleh dukun manten atau tukang kembang. Pada masa pingitan itu, mempelai wanita akan dilulur dan berpuasa selama seminggu agar  pernikahannya kelak berjalan lancar.

Urut-urutan acara mandiin :

1. Calon pengantin wanita (none mantu) mengenakan kain sarung dan kebaya tipis. Rambut dikonde sederhana dan ditutup kerudung tipis untuk menahan bunga dari air siraman.

2. Calon pengantin wanita mohon doa restu kepada kedua orang tua untuk melaksanakan upacara mandi, kemudian digandeng ke tempat siraman diiringi Shalawatan Badar.

3. Calon pengantin wanita duduk di kursi yang berlubang.

4. Calon pengantin wanita dimandikan oleh tukang piare dengan air kembang setaman (7 rupa), sambil tukang piare membaca Shalawat dan Dzikir. Bila ada permintaan dari keluarga, maka orang tua ikut memandikan.

Setelah acara mandiin, calon pengantin wanita menjalani upacara tanggas atau kum (semacam mandi uap) untuk membersihkan bekas-bekas lulur yang masih tertinggal di pori-pori kulit. Perawatan ini dimaksudkan untuk menghaluskan dan mengharumkan kulit tubuh sekaligus mengurangi keringat pada hari pernikahan.

Dikota-kota besar, seperti di Jakarta, upacara memandikan calon pengantin wanita juga lazim diselenggarakan. Akan tetapi demi efisiensi waktu dan pertimbangan – pertimbangan lain, acara memandikan calon pengantin wanita digabungkan pelaksanaan dengan upacara memasang inai. Acara memandikan calon, dilaksanakan secara simulasi tanpa mengguyur si calon, namun cukup dengan cara memercikkan air yang berisi haruman tujuh kembang itu di beberapa tempat ditubuhnya dengan disertai doa selamat.

Source Mandiin Adat Betawi belajar yuk
Comments
Loading...