Adat Betawi Malam Negor

0 267

Malam Negor

Setelah menikah, pasangan Betawi tidak langsung tinggal satu atap dan belum boleh berhubungan badan layaknya suami istri. Sehari setelah akad nikah, tuan raje mude (pengantin pria) diperbolehkan menginap di rumah none mantu (pengantin wanita). Suami bersama teman – temannya akan mendatangi rumah ‏istrinya. Laki- lakinya masuk ke dalam, dan temannya diluar rumah.

Di sini si istri hanya diam di dalam kamar. Sedangkan sang suami merayu, agar istri berbicara. Kalau udah bicara, seneng, suaminya keluar dan temen-temennya sorak. Meskipun menginap, tuan raje mude belum diperbolehkan untuk berhubungan sebagaimana layaknya suami istri. None mantu harus mampu mempertahankan kesuciannya selama mungkin.

Bahkan untuk melayani berbicara pun, none mantu harus menjaga gengsi dan jual mahal. Meski begitu, kewajibannya sebagai istri harus dijalankan dengan baik seperti melayani suami untuk makan, minum, dan menyiapkan peralatan mandi. Malam berikutnya setelah selesai acara kebesaran di rumah pengantin perempuan si pengantin laki-laki diizinkan menginap di rumah keluarga pengantin perempuan.

Agar sang istri mau berbicara atau tersenyum, si suami harus memberikan sejumlah uang, yang disebut uang tegor yang akan diberikan dengan cara meletakkan uang tersebut di bawah taplak meja di dalam kamar pengantin.

Malam negor ini kadang-kadang berlangsung sampai beberapa hari, demikian pula pemberian uang tegor akan dilakukan sampai berulang kali sampai akhirnya si istri mau di ajak bicara. Bertahannya si istri pada malam tegor itu dapat ditafsirkan sebagai ungkapan harga dirinya bahwa ia bukan perempuan gampangan, selain itu pada malam tegor mereka bisa saling mengenal secara lebih mendalam.

 

Source Malam Negor jakarta.co.id
Comments
Loading...