Maksud dan Tujuan Upacara Nan’ dai Adat Madura

0 36

Upacara Nan’ dai

Upacara Nan’ dai adalah salah satu upacara Pelet Kandhung (upacara kehamilan), apabila seorang ibu di madura mulai mengandung, diadakanlah upacara Nan’ dai, yaitu upacara untuk memberi kesaksian bah­wa seorang ibu telah mulai mengandung. Upacara nandai ini mulai diadakan pada waktu kandungan berusia satu bulan, hingga kandungan berumur sembilan bulan. Rentangan masa kehamilan bulan pertama hingga bulan ke sembilan, ditandai dengan upacara sisipan yaitu upacara Pelet kandhung,Upacara ini diadakan pada waktu umur kandungan masuk bulan ke tujuh. Upacara ini merupakan upacara penting yang lazim di­adakan pada waktu seorang ibu untuk pertama kalinya hamil. Biasanya upacara ini berlansung dengan meriah karena, semua kerabat-dekat maupun jauh, diundang dalam upacara ini.

Mulai bulan pertama, upacara nandai, ditunjukkan de­ngan meletakkan Bigilan ^ yaitu buah nangka (dalam bahasa Jawa : beton) di atas sebuah Leper, tatakan cangkir. Bigilan yang diletakkan di atas leper itu jumlahnya selalu bertambah, sesuai dengan hitungan kandungan sang Ibu. Jadi untuk bulan pertama satu biji, bulan kedua, menjadi dua biji, sampai bulan ke sembilan seluruhnya berjumlah sembilan biji. Di meja terletak leper dengan tujuh biji Bigilan, yang me­nandakan bahwa kandungan Patonah, isteri Pak Marhamah sudah masuk bulan ke tujuh. Di atas meja tersebut, juga ter­dapat sebuah cawan yang berisi bunga Komkoman, yaitu bu­nga yang terdiri dari bermacam-macam jenis, direndam dalam air. Bunga Komkoman ini tidak lain bunga rampai yang diren­dam. Benda-benda itu dimaksudkan sebagai sajian.

Hari itu, Patonah menjadi pusat perhatian sanak saudara­nya sekoren. Mereka yang hadir itu adalah saudara-saudara dekatnya yang datang dari desa sekitarnya. Karena kandungan Patonah sudah masuk bulan ketujuh, maka orang tuanya me­nyelenggarakan upacara Pelet kandhung atau Pelet Betteng. Arti dari nama upacara tersebut adalah pijat kandungan atau pijat perut. Upacara pelet kandhung dimaksudkan agar si ibu yang mengandung selalu sehat, sedang bayi yang dikandungnya, se­hat dan selamat sampai waktu dilahirkan.

Source https://jawatimuran.wordpress.com https://jawatimuran.wordpress.com/2012/10/12/nan-dai-upacara-kehamilan-adat-madura/
Comments
Loading...