budayajawa.id

Makna Yang Terkandung Dari Kesenian Berokan, di Indramayu

0 32

Berokan merupakan hewan mitologi. Perpaduan antara binatang buaya, macan, dan buta. Berbadan macan tapi berkaki dua. Suara hewannya juga dengan bunyi ”plak-plok, plak-plok” ini dianggap sebagai upaya menyadarkan masyarakat agar tidak takut dengan makhluk gaib. Hal ini terkait dengan kepercayaan masyarakat akan adanya buta.

Ada beberapa makna yang dapat disimpulkan dari pertunjukan Berokan ini:
  • Makna mitis yaitu sebagai media penolak bala yang menjadi awal mula fungsi Berokan. Dengan mempertunjukan Berokan, dipercayai bahwa bala telah ditolak, dan dipercayai akan mendatangkan kebahagiaan.
  • Makna sinkretis karena Berokan digunakan sebagai media dakwah pada masa awal penyebaran syiar Islam di wilayah Cirebon.
  • Makna teatrikal karena Berokan beraksi menari, mengejar, dan memainkan kepalanya serta berbaur dengan spontanitas penonton yang merasa takut bercampur gembira
  • Makna universal, karena Berokan memiliki kemiripan bentuk dengan Barongsay dan Chilin dari Tiongkok, mahluk-mahluk naga dari Eropa Purba.

Salah satu kelompok Berokan yang dewasa ini masih tetap berdaya, adalah kelompok Berokan yang dipimpin oleh Mama Taham dari desa Tambi Kecamatan Sliyeg Kabupaten Indramayu dan Group mang Darwan Cs yang berada di Blok Pilangsari Desa Jatibarang baru Kecamatan Jatibarang Indramayu.
Source https://www.tosupedia.com/2015/09/kesenian-berokan-indramayu-dan-sejarahnya.html www.tosupedia.com
Comments
Loading...