Makna Upacara Kasda

0 87

Makna Upacara Kasda

Upacara tradisional merupakan salah satu bentuk ungkapan budaya, banyak mengandung nilai-nilai yang dapat diteladani dan diinternalisasi oleh generasi penerus. Pada hakekatnya sistem nilai merupakan posisi sentral dari struktur budaya suatu masyarakat, dan sistem nilai merupakan fenomena dan problem dasar kehidupan manusia, karena sistem nilai merupakan perangkat struktur dalam kehidupan manusia baik secara individu maupun secara sosial. Demikian pula nilai-nilai yang terkandung dalam upacara Kasada, merupakan fenomena dan problematik dasar dalam kehidupan masyarakat pendukungnya, sehingga upacara ini senantiasa dilaksanakan oleh masyarakat pendukungnya di kawasan Tengger pada khususnya, dan masyarakat umum yang menganggap upacara tersebut mempunyai makna atau keunikan bagi dirinya.

Nilai budaya yang dapat dipetik untuk diteladani yang diwariskan oleh nenek moyang melalui upacara tradisional Kasada antara lain adalah sebagai berikut :

Sebagai Penghormatan terhadap Leluhur

Upacara tradisional Kasada merupakan sarana ucapan rasa syukur dari masyarakat kawasan gunung Bromo kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkah dan perlindungannya karena keberhasilannya, tidak hanya menjadikan masyarakat meningkatkan sektor pertanian, juga perdagangan, kerajinan dan kesejahteraan hidup mereka. Pada perkembangan selanjutnya upacara ini dikaitkan dengan cikal bakal atau sesepuh desa sebagai pepunden-nya dalam memimpin seluruh kegiatan terkait dengan pelaksanaan upacara tradisional, serta penghormatan terhadap perjuangan nenek moyang (cikal bakal) masyarakat Tengger yang telah membangun dan memberikan perlindungan terhadap hidup mereka.

Sebagai Kepatuhan

Dalam upacara radisional Kasada, faktor kepatuhan nampak pada masyarakat pendukungnya secara patuh melaksanakan upacara tersebut yang pada hakekatnya merupakan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Mereka tidak mau melanggar pelaksanaan upacara ini seperti misalnya mengganti hari pelaksanaan atau bahkan meniadakan upacara itu sendiri. Faktor kepatuhan juga nampak pada persiapan pembuatan sesaji upacara. Mereka secara teliti mempersiapkan macam-macam sesaji dengan lengkap, karena kalau salah satu sesaji ada yang kurang lengkap, maka mereka mempunyai kepercayaan akan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.

Dengan adanya faktor kepatuhan seperti tersebut di  atas secara tidak langsung masyarakat pendukung upacara ini telah mempunyai kesadaran akan arti dari kepatuhan terhadap lingkungannya. Hal ini apabila direfleksikan apa yang telah diperbuat oleh masyarakat pendukung upacara tersebut, bisa  dikatakan sebagai suatu  pelajaran bagi masyarakat untuk belajar mematuhi segala aturan yang ada di lingkungannya.

Sebagai Unsur Kebersamaan dan Kerukunan  

Sejak persiapan upacara sampai dengan akhir upacara banyak melibatkan masyarakat di lingkungannya. Keterlibatan berbagai pihak dalam pelaksanaan upacara, menunjukkan bahwa di antara mereka terjalin hubungan saling membutuhkan untuk bisa bersama-sama melaksanakan upacara. Hal ini nampak pada saat pengumpulan bahan-bahan sesaji, pembuatan kerangka bambu untuk pembuatan  ongkek, serta pembersihan tempat di rumah Carik. Hal ini menunjukkan adanya kebersamaan dan kerukunan di antara masyarakat, karena di samping mereka membuat sesaji secara perorangan juga membuat sesaji desa yang berfungsi sebagai unsur utama.

Sebagai Aset Wisata

Upacara tradisional Kasada banyak mendapat perhatian dari masyarakat luas, Hal ini terbukti dengan banyaknya pengunjung yang datang ingin menyaksikan upacara tersebut, tidak hanya seluruh masyarakat setempat melainkan mereka yang bukan pemeluk agama Hindu pun hadir. Pengunjung selain mengikuti upacara mereka datang untuk menyaksikan keindahan alam pada saat malam purnama maupun pagi hari saat matahari terbit di ufuk timur. Banyaknya pengunjung yang datang untuk menghadiri atau menyaksikan upacara tradisional tersebut secara tidak langsung merupakan wisatawan domestik maupun mancanegara. Kondisi demikian akan menambahan penghasilan bagi masyarakat setempat karena di antara mereka terjadi transaksi jual beli barang-barang dagangannya. Dengan demikian upacara tradisional Kasada yang dilaksanakan di kawasan gunung Bromo secara tidak langsung merupakan salah satu aset wisata budaya bagi pemerintah maupun masyarakat di kawasan Tengger.

Source Makna Upacara Kasda CanDraBagha
Comments
Loading...