Makna Upacara Adat Kacar Kucur di Dalam Pernikahan Adat Jawa

0 5.231

Makna Upacara Adat Kacar Kucur di Dalam Pernikahan Adat Jawa

Kacar-kucur yaitu adat dalam pengantin Jawa. Kegiatannya adalah pengantin pria menumpahkan segala isi dari kantung atau wadah kain berwarna merah dan putih. Isi dari kantung tersebut adalah segala isi bulu bekti dari bumi. Istilah isi bulu bekti dalam bahasa umum biasa diartikan segala biji-bijian yang tumbuh dari bumi yang telah dicampur dengan uang logam. Untuk biji-bijian yang paling utama adalah Karena beras digunakan sebagai bahan pokok untuk dijadikan nasi sebagi bahan pangan utama.

Untuk melaksanakan upacara kacar-kucur bisa dengan mencampurkan kunir didalamnya agar warna beras menjadi kuning dan enak dipandang. Kunir disini sebagi rempah atau bumbu. Maknanya adalah manusia pastilah suatu saat akan mendapatkan ujian atau biasa disebut bumbu kehidupan perkawinan. Namun tidak perlu kawatir jika permasalahan tersebut dapat diatasi pastilah akan merasakan kebahagiaan tersendiri.

Makna dan Maksud Menggunakan Beras dan Uang Logam di dalam Upacara Kacar Kucur

  • Beras

Beras sendiri merupakan bahan pokok. Untuk menciptakan sebuah keluarga perlulah kiranya ada jaminan kebutuhan pokok terlebih dahulu berupa beras. Bukannya penulis bersikap matre. Namun secara realistis setelah pernikahan berlangsung kita tidak serta merta mengandalkan orang tua. Tidak baik bukan membebani orang tua terus menerus. Peribahasa Jawa mengatakan “wong ngelih pikirane ngalih.” Artinya orang yang lapar bisa berubah pikiran. Ungkapan ini harus diubah oleh setiap pasangan yang hendak melangsungkan pernikahan. Bukankah kita mempunyai pikiran dan kemampuan untuk mewarnai dunia ini.

  • Uang Logam

Uang adalah alat yang digunakan seseorang untuk memenuhi kebutuhan hidup Orang mencari uang kesana kemari adalah demi memenuhi kebutuhan hidupnya yang selalu berkembang dari waktu ke waktu. Dijaman sekarang kebutuhan seseorang berbeda dengan kebutuhan orang jaman dahulu. Manusia hidup cenderung konsumtif. Untuk mengatsinya perlulah kirannya dengan pengendalian nafsu. Kalalu tidak bisa mengendalikan penulis kuatir bisa jadi akan menghalalkan segala cara. Ini sungguh tidak terpuji. Alangkah lebih baik jika mencari uang dengan menggali kemampuan kita, kelebihan dan kepandaian kita agar bermanfaat bagi orang  banyak. Jangan lupa untuk selalu berkarya. Dengan sebuah karya dunia akan mencatat dalam sejarah. Dengan karya yang yang indah mencari uang akan lebih mudah.

Sebagai penutup acara kacar-kucur biasanya setelah biji-bijian tadi ditumpahkan kemudian dimasukkan kembali kedalam wadah oleh pengantin perempuan. Setelah itu diikat dan diberikan kepada ibu pengantin putri. Ini mengandung maksud bahwa seorang perempuan harus pandai menyimpan harta suami yang kemudian dibelanjakan di jalan yang benar. Pertanyaan berikutnya adalah kenapa harus diberikan kepada ibu? Secara naluri jika harta atau uang yang diberikan kepada ibu akan dirasakan oleh seluruh anggota keluarga. Sebagai contoh uang lima puluh ribu jika diberikan seorang ibu akan dibelanjakan untuk keperluan sehari-hari seperti nasi dan lauk pauk yang akan dirasakan oleh seluruh keluarga. Ada sepenggal doa dalam acara kacar kucur yang bunyinya demikian “kacar-kucur kacar-kucur katuta dadya sedulur.” Yang artinya mudah-mudahan setelah ini bisa menjadi saudara untuk semua. Makna kerukunan dan ketentraman tertanam dalam acara ini.

Source Makna Upacara Adat Kacar Kucur di Dalam Pernikahan Adat Jawa Tarjoakmal
Comments
Loading...