Makna Tahapan Meminum Jamu, Minuman Tradisional dari Jawa

0 52

Tukang jamu gendong selalu membawa delapan jenis jamu yang melambangkan delapan arah mata angin sekaligus lambang surya Majapahit, Wilwatikta. Delapan jenis jamu tersebut adalah kunyit asam, beras kencur, cabe puyang, pahitan, kunci suruh, kudu laos, uyup-uyup/ gepyokan dan sinom. Urutan meminum jamu yang ideal dimulai dari manis-asam, sedikit pedas-hangat, pedas, pahit, tawar, hingga manis kembali, sesuai dengan siklus kehidupan manusia. Kunyit asam yang manis-asam merupakan simbol kehidupan yang manis ketika bayi hingga pra remaja yang mulai merasakan kehidupan yang sebenarnya.

Beras kencur melambangkan masa remaja dimana manusia mulai memiliki sikap egoisme dan baru sedikit mencicipi kehidupan yang sebenarnya. Hal ini dilambangkan dengan rasa sedikit pedas. Fase selanjutnya dilambangkan dengan Cabe Puyang yang pedas-pahit seperti kehidupan manusia di usia 19-21 tahun yang mulai labil.
Pahitan melambangkan fase kehidupan selanjutnya yang meskipun pahit, harus tetap ditelan atau dijalani. Kemudian kehidupan akan menjadi landai sebagai resolusi hidup. Hal ini dilambangkan dengan tepat oleh jamu Kunci Suruh. Kunci merupakan sebuah bumbu penyedap makanan, sedangkan suruh memiliki banyak khasiat dan penyembuh berbagai macam penyakit. Jadi dapat dilambangkan bahwa kesuksesan hidup kita saat itu didasarkan pada apa yang kita pelajari sejak kecil.

Fase selanjutnya dilambangkan dengan jamu Kudu Laos yang merupakan jamu penghangat. Hal ini melambangkan siklus kehidupan ketika manusia harus mampu menjadi penghangat dan pengayom bagi orang di sekelilingnya. Fase selanjutnya bersifat penetral dan rehabilitatif dan menunjukkan pengabdian diri seutuhnya dan kepasrahan tulus seorang hamba kepada Tuhannya. Hal ini dilambangkan oleh uyup-uyup/gepyokan.

Yang terakhir adalah sinom yang dapat diartikan sirep tanpa nampa. Dalam Bahasa Indonesia hal ini bisa bermakna diam (tidur/meninggal/moksa) dengan tidak meminta apa-apa. Rasa manis jamu ini melambangkan bahwa jika manusia di awal dilahirkan dengan fitrah, maka harus kembali kepada Tuhan dengan keadaan fitrah juga.

Source https://agenpoker02111.weebly.com/blog/agen-casino-filosofi-jamu-indonesiaku agenpoker02111.weebly.com

Leave A Reply

Your email address will not be published.