Makna Simbolik Tanam Ari-Ari Bayi Pada Masyarakat Jawa

0 219

Makna Simbolik Tanam Ari-Ari Bayi Pada Masyarakat Jawa

Tradisi menanam atau mengubur ari-ari kental dilakukan masyarakat Jawa. Ada makna simbolik menanam ari-ari, utamanya bagi orang Jawa. Ari-ari yang berperan menyalurkan nutrisi itu dianggap sebagai teman bayi sejak dalam kandungan.

Ketika bayi lahir, ari-ari yang dipotong tetap dirawat dan dikubur dengan baik. Perlakuan yang baik ini agar ari-ari atau plasenta tidak dimakan binatang atau membusuk di tempat sampah. Menanam ari-ari juga dikenal dengan sebutan upacara mendhem ari-ari. Ari-ari ditempatkan di dalam kendhil dan diberi daun talas.

Alas daun talas mempunyai simpol agar sang anak kelak tumbuh tidak hanya memikirkan hal duniawi saja. Ada beberapa sesaji dalam menanam ari-ari. Sebelum menanam ari-ari, ari-ari dicuci bersih, lalu dimasukkan ke dalam kendhil.

Sesaji dari kembang boreh, kemenyan, garam, bawang merah, bawang putih, gula, dan kelapa sedikit. Bahkan, jarum, benang, pensil, kertas bertuliskan huruf latin, Arab juga disertai dalam penguburan ari-ari. Makna sesaji itu ada maksudnya.

Garam, bawang merah, dan bawang putih akan membuat bau ari-ari wangi dan menghilangkan bau amis. Hal ini agar ari-ari tidak dimakan binatang. Jarum yang disertai dimaksudkan agar bayi kelak tumbuh dengan cerdas. Benang agar bayi panjang umur.

Pensil agar bayi pandai dan huruf Arab dimaksudkan bayi menjadi anak saleh. Aturan lainnya, ari-ari tidak boleh ditanam terlalu dalam. Menurut kepercayaan masyarakat, ari-ari yang ditanam terlalu dalam akan membuat bayi sulit bicara.

Source https://www.liputan6.com/ https://www.liputan6.com/health/read/3219796/makna-simbolik-tanam-ari-ari-bayi-pada-masyarakat-jawa?source=search
Comments
Loading...