Makna Pepatah Jawa Saloka

0 137

Makna Pepatah Jawa Saloka

Pepatah Jawa atau peribahasa Jawa merupakan salah satu bentuk gaya bahasa yang sering digunakan oleh masyarakat Jawa untuk memberi nasihat, teguran atau sindiran pada orang lain. Bentuk dari pepatah Jawa berupa kelompok kata yang singkat, padat, namun berisi berbagai norma yang bisa dipetik sebagai pelajaran hidup.

Dalam kehidupan masyarakat Jawa dahulu, pepatah jawa diturunkan dari generasi ke generasi hanya secara lisan atau gethok tular. Gaya penyampaiannya ada yang dilakukan secara lugas, ada yang menggunakan perbandingan, dan ada pula yang menggunakan perumpamaan. Meski gaya penyampaian berbeda, namun isinya tetap mudah ditangkap oleh pihak yang dinasehati. Secara umum pepatah jawa dapat dikelompokkan menjadi tiga, yakni Paribasan, Bebasan dan Saloka.

Saloka merupakan pepatah jawa yang terdiri dari rangkaian kata yang bersifat tetap dalam penggunannya, tidak bisa diubah ke bahasa krama atau yang lainnya. Kata dala bebasan ini memiliki makna konotatif, mengandung makna pengandaian, namun dalam saloka semua kata dibandingkan/diandaikan dengan obyek lain, yang dipakai sebagai pengandaian bisa binatang maupun benda.

  • Kebo nusu gudel (kerbau menyusu pada anaknya), artinya orang tua yang minta diajari oleh orang yang lebih muda.
  • Kakehan gludug kurang udan (terlalu banyak petir kurang/tidak hujan), artinya terlalu banyak bicara namun tak ada bukti.
  • Cecak nguntal cagak (cicak makan tiang), artinya cita-cita yang tidak mungkin bisa diraih karena tidak sesuai dengan kekuatannya.
  • Asu rebutan balung (anjing berebut tulang), artinya berdebat pada hal yang sepele dan tak ada yang mau mengalah.
  • Mburu uceng kelangan deleg (mengejar ikan kecil kehilangan ikan besar), artinya mengejar barang sedikit tapi kehilangan barang banyak.
  • Baladewa ilang gapite, (wayang kulit baladewa kehilangan penjepit-pegangannya), artinya segala kegalakan, kegagahan, kegarangannya hilang dan tidak berarti lagi.
Source https://javanist.com/ https://javanist.com/pepatah-jawa/
Comments
Loading...