Makna Pepatah Jawa Paribasan

0 27

Makna Pepatah Jawa Paribasan

Pepatah Jawa atau peribahasa Jawa merupakan salah satu bentuk gaya bahasa yang sering digunakan oleh masyarakat Jawa untuk memberi nasihat, teguran atau sindiran pada orang lain. Bentuk dari pepatah Jawa berupa kelompok kata yang singkat, padat, namun berisi berbagai norma yang bisa dipetik sebagai pelajaran hidup.

Dalam kehidupan masyarakat Jawa dahulu, pepatah jawa diturunkan dari generasi ke generasi hanya secara lisan atau gethok tular. Gaya penyampaiannya ada yang dilakukan secara lugas, ada yang menggunakan perbandingan, dan ada pula yang menggunakan perumpamaan. Meski gaya penyampaian berbeda, namun isinya tetap mudah ditangkap oleh pihak yang dinasehati. Secara umum pepatah jawa dapat dikelompokkan menjadi tiga, yakni Paribasan, Bebasan dan Saloka.

Paribasan merupakan pepatah jawa yang terdiri dari rangkaian kata yang penggunaannya tetap tidak boleh diubah dan tidak boleh dialih bahasakan menjadi bahasa krama. Paribasan disampaikan secara lugas dan jelas, tidak menggunakan pengandaian ataupun perumpamaan dengan obyek lain.

  • Anak polah bapa kepradhah, artinya Tingkah polah anak, orang tua ikut menanggung akibatnya.
  • Becik ketitik ala ketara, artinya Baik ataupun buruk pasti akan ketahuan.
  • Dudu sanak dudu kadang yen mati melu kelangan, artinya meski bukan saudara jika meninggal akan turut merasa kehilangan.
  • Desa mawa cara negara mawa tata, artinya setiap tempat pasti memiliki norma dan aturan yang berbeda.
  • Jer basuki mawa beya, artinya untuk memperoleh kesuksessan membutuhkan modal/biaya.
  • Kaduk wani kurang duga, artinya keberanian yang berlebihan biasanya kurang waspada.
Source https://javanist.com/ https://javanist.com/pepatah-jawa/

Leave A Reply

Your email address will not be published.