Makna Pepatah Jawa “Cablek-cablek Lemut

0 84

Makna Pepatah Jawa “Cablek-cablek Lemut

Pepatah atau peribahasa Jawa cablek-cablek lemut secara harafiah berarti tepuk-tepuk nyamuk atau membunuh nyamuk dengan kedua telapak tangan ditepukkan.

Dalam kehidupan para bangsawan atau raja-raja di masa lalu umumnya mereka memiliki cukup banyak abdi dalem (pembantu, hulu balang, dayang-dayang, dan sebagainya). Dari sekian banyak abdi atau pembantu itu ada abdi-abdi khusus yang ditugaskan untuk menjaga dan menemani sang raja/ratu dalam peraduannya. Mereka ada yang ditugaskan untuk nembang (menyanyi), mendongeng, memijat, mengipasi, dan cablek-cablek lemut.

Dari sekian abdi/pembantu, abdi yang bertugas cablek-cablek lemut umumnya adalah orang yang memang tidak memiliki kemampuan khusus yang bisa ditonjolkan/dipersembahkan untuk raja/ratu/majikan. Disuruh nembang ia tidak bisa, disuruh mengipasi tangannya tidak kuat dan tidak terampil, disuruh mendongeng pun referensi dongengnya tidak ada. Pendek kata ia tidak memiliki kemampuan apa-apa. Untuk itulah ia dipekerjakan hanya untuk mengusir atau membunuh nyamuk saat ratu/raja/ tuan berada di peraduan.

Kemampuan mengusir (cablek-cablek) nyamuk dapat dilakukan oleh semua orang sejauh orang tersebut normal fisik dan jiwanya. Kemampuan semacam ini tidak memerlukan pendidikan khusus atau bahkan kursus. Artinya, kemampuan semacam ini tidak membutuhkan kecerdasan apa pun.

Source http://arsip.tembi.net http://arsip.tembi.net/edukasi/cablek-cablek-lemut

Leave A Reply

Your email address will not be published.