Makna Pepatah Jawa “Bandha Bau”

0 69

Makna Pepatah Jawa “Bandha Bau”

Pepatah atau peribahasa Jawa di atas secara harafiah berarti bermodal tenaga saja. Banyak orang yang mengandalkan hidupnya hanya dengan kekuatan otot. Artinya, faktor kepandaian otaknya tidak dominan dalam karya atau kerjanya. Pepatah atau peribahasa Jawa di atas secara harafiah berarti bermodal tenaga saja.

Pekerjaan atau profesi dan bakat serta kemampuan manusia satu dengan yang lainnya beragam. Ada yang dikaruniai kepandaian (olah pikir), ada pula yang dikaruniai keterampilan dan kekuatan (otot).

Banyak orang yang mengandalkan hidupnya hanya dengan kekuatan otot. Artinya, faktor kepandaian otaknya tidak dominan dalam karya atau kerjanya. Dalam pergaulan masyarakat Jawa lantas muncul ungkapan atau peribahasa yang tujuannya untuk merendahkan diri, yakni bandha bau atau mung pawitan bau. Hal demikian dapat dicontohkan dalam percakapan berikut.

Hal lain dapat dicontohkan dengan orang yang mengabdi/ikut numpang hidup/ngenger kepada orang lain. Orang yang demikian umumnya juga akan mengatakan bahwa dirinya hanya bandha bau untuk numpang hidup pada orang lain. Artinya, ia memang menyediakan dirinya untuk disuruh kerja atau melakukan apa saja oleh orang yang menampungnya (yang diabdinya).

Kadang-kadang dalam hal demikian harga diri orang yang bersangkutan tidak lagi merasa perlu dipikirkan karena hidupnya sudah digadaikan sepenuhnya pada orang yang menampungnya. Orang yang demikian kadang-kadang juga tidak lagi mau berpikir lagi tentang hakikat baik atau buruk, benar atau salah, adil atau tidak, dari apa yang dilakukan tuan atau orang yang diabdinya yang penting dengan bandha bau (tanpa perlu berpikir) ia bisa numpang hidup pada orang yang dipertuannya.

Source http://arsip.tembi.net http://arsip.tembi.net/edukasi/bandha-bau

Leave A Reply

Your email address will not be published.