Makna Kerata Basa, Tumpeng : Tumindak Sing Lempeng

0 321

Makna Kerata Basa, Tumpeng : Tumindak Sing Lempeng

Kerata basa dapat dimaknai sebagai singkatan dari satu kalimat ke dalam satu kata tertentu, sehingga satu kata tersebut dapat menyiratkan makna kalimatnya. Kerata basa juga sering disebut sebagai Jarwa Dhosok, yang berarti  penjabaran/keterangan (jarwa) yang disingkat (dhosok/ndhesek). Kata “Kerata basa” sendiri berarti asal-usul arti kata dalam bahasa.

Orang jawa memang sejak dulu dikenal sebagai orang yang kreatif dalam hal Othak-athik gathuk ( menghubung-hubungkan sesuatu agar cocok ), tak terkecuali dalam merangkai kata sehingga memiliki makna yang lebih filosofis. Pemaknaan kata yang melekat pada ‘sesuatu’ inilah yang seringkali dijadikan sebagai bahasa simbol orang jawa dalam melakukan komunikasi, memberikan pepiling (peringatan) ataupun paweling (pesan) bagi orang banyak.

Dalam budaya Jawa, tumpeng merupakan salah satu uba rampe (prasarana) utama yang banyak ditemukan dalam upacara tradisi seperti kenduri, selamatan maupun syukuran. Ada banyak tafsir tentang asal kata tumpeng ini, ada yang berpendapat berasal dari kata Tumindak sing lempeng (berperilaku yang lurus/baik), Tumapaking Penguripan (membumi dalam kehidupannya), dan ada juga yang berpendapat dari kata Tumuju ing Pengeran (menuju Tuhan).

Bagi orang jawa semua sarana-prasarana upacara adat adalah sebuah bahasa simbol. Begitu juga dengan tumpeng, bentuk kerucut menjulang ke atas ini bisa ditafsirkan sebagai sebuah permohonan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.

Source http://kesolo.com http://kesolo.com/kerata-basa-asal-usul-kata-kaya-makna/
Comments
Loading...