Makna Filosofis dan Fungsi Udeng atau Ikat Kepala

0 1.874

Makna Filosofis dan Fungsi Udeng atau Ikat Kepala

Udeng berfungsi sebagai penutup kepala bagi pria, lalu berkembang menjadi tradisi. Fungsi benda ini dahulu untuk menunjukkan atribut sosial seseorang, dilihat dari bahan, warna, bentuk pakai,dan status sosial si pemakai.

Ada beberapa jenis Udeng atau ikat kepala ialah :

-Jenis Udeng biasa menggunakan kain batik berlatar belakang hitam dengan warna batik putih atau warna putih dan coklat.

-Sedangkan jenis iket yang umum menggunakan kain berbatik motif kembang, berlatar belakang merah dengan motif kembang berwarna merah tua.

Pada awalnya orang memakai iket. Dibentuk dari lembar kain berbentuk segi empat. Lalu dilipat membentuk segitiga. Kemudian berkembang menjadi bentuk lebih praktis, seperti topi tinggal pakai, yang dikenal dengan nama udeng.

Makna Udeng

Udeng diambil dari kata mudheng yang berarti memahami dengan jelas arti kehidupan. Maknanya, agar seseorang memiliki kecakapan dalam hidup karena telah mengerti dan menguasai dasar keilmuannya.

Ada empat sudut kain melambangkan kesatuan dari 4 unsur yaitu :

-niat,

-ucapan,

-sikap,

-gerak tubuh.

Sudut segitiga sebagai simbol trinetra atau tritunggal :

Trinetra mewartakan makna bahwa, manusia dalam menjalankan kehidupannya wajib untuk selalu menjaga keharmonisan hidup antara sesama manusia, alam lingkungan, dan Tuhan.

Adapula ujung yang menjulang ke atas pada Udeng ialah dua untaian itu melambangkan iman yang melandasi hidup, yakni iman kepada Allah dan rasul utusan-Nya, sebagaimana termasuk dalam syahadatain.

Diceritakan Aji Saka berhasil mengalahkan Dewata Cengkar dalam peperangan hanya dengan menggelar kain penutup kepala yang kemudian dapat menutupi seluruh tanah Jawa.

Versi lain menyatakan iket merupakan pengaruh budaya Hindu dan Islam.  Selanjutnya orang Jawa terinspirasi memakai ikat kepala serupa mereka.

Ada pula versi yang mengatakan, di satu waktu akibat peperangan kain menjadi barang yang sulit didapat sehingga orang tinggi yang ada di keraton meminta seniman untuk menciptakan ikat kepala yang lebih efisien yaitu udeng.

Sehingga dapat diketahui memang banyak sekali versi dan sumber yang memaknai dan mengartikan benda yang satu ini.

Source Makna Filosofis dan Fungsi Udeng atau Ikat Kepala julajuli.com
Comments
Loading...