Makna Filosofi Tembang Dolanan Jawa: Tembang Menthok-Menthok

0 310

Makna Filosofi Tembang Dolanan Jawa: Tembang Menthok-Menthok

Tembang merupakan sebagai sarana dakwah para wali kepada anak2 kecil(sinom), dalam mengajarkan budi pekerti, sebagai bekal hidup, antara sesama manusia dan manusia dengan tuhan, agar pada masa dewasa, anak2 kecil(sinom) bisa hidup di terima dengan baik di lingkungan masyarakat dan meninggal dengan sempurna saat yaumul akhir( menghadap gust Allah SWT).

Tembang Menthok- Menthok

Cipt. sunan kalijogo

“Menthok-menthok tak kandhani
Mung solahmu angisin-isini
Bokya aja ndheprok
Ana kandhang wae
Enak-enak ngorok
Ora nyambut gawe
Methok-menthok
Mung lakumu megal-megol gawe guyu”

Penjabaran :

Lirik tembang dolanan diatas apabila diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia sebagai berikut :

Menthok-menthok tak kandhani (Menthok-menthok saya nasehati)
Mung solahmu angisin-isini (Hanya perilakumu yang memalukan)
Bokya aja ndheprok (Jangan hanya diam dan duduk)
Ana kandhang wae (Di kandang saja)
Enak-enak ngorok (Enak-enak mendengkur)
Ora nyambut gawe (Tidak bekerja)
Methok-menthok (Menthok-menthok)
Mung lakumu megal-megol gawe guyu (Hanya jalanmu meggoyangkan pantat membuat orang tertawa)

Dalam lirik tembang dolanan ‘Menthok-menthok’ mengandung makna instropeksi diri. Sebagai umat manusia tidak boleh menyombongkan diri, karena sesungguhnya semua yang ada di dunia ini diciptakan Allah dengan segala kekurangan dan kelebihannya. Sebaiknya kita berusaha dan bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidup, tidak malas, tidak suka tidur (karena orang suka tidur badannya akan lemas, otot kaku, mudah terkena penyakit, rezekinya tidak lancar dsb), dan selalu berbuat baik terhadap sesama. Dalam syair tembang dolanan tersebut yang diibaratkan menthok, meskipun dia itu pemalas, bersifat jahat, dan suka tidur, tetapi dia masih mempunyai sifat baik dan berguna baik orang lain yaitu menghibur dan membuat orang lain tertawa.

Source https://wongjowointheblog.blogspot.com/ https://wongjowointheblog.blogspot.com/2017/05/makna-filosofi-tembang-dolanan.html
Comments
Loading...