budayajawa.id

Makna Filosofi Tembang Dolanan Jawa: Tembang Dhondhong Opo Salak

0 16

Makna Filosofi Tembang Dolanan Jawa: Tembang Dhondhong Opo Salak

Tembang merupakan sebagai sarana dakwah para wali kepada anak2 kecil(sinom), dalam mengajarkan budi pekerti, sebagai bekal hidup, antara sesama manusia dan manusia dengan tuhan, agar pada masa dewasa, anak2 kecil (sinom) bisa hidup di terima dengan baik di lingkungan masyarakat dan meninggal dengan sempurna saat yaumul akhir (menghadap gust Allah SWT).

Tembang Dhondong Opo Salak

Cipt. –

“Dhondhong apa salak
Dhuku cilik-cilik
Andhong apa mbecak
Mlaku dimik-dimik”

Penjabaran :

Syair tembang ‘Dhondhong apa Salak’ apabila diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia adalah :

Dhondhong apa salak (Dhondhong apa salak)
Dhuku cilik-cilik (Dhuku kecil-kecil)
Andhong apa mbecak (Naik delman apa naik becak)
Mlaku dimik-dimik (Jalan pelan-pelan)

Dalam syair tembang dolanan ini kita dihadapkan pada dua pilihan. Ibarat buah kedondong yang bagian luarnya halus tetapi bagian dalamnya kasar dan tajam, dan sebaliknya buah salak yang bagian luarnya kasar ternyata bagian dalamnya halus. Di sini kita dihadapkan pada dua karakter, Lebih baik kita berbuat yang baik secara lahir maupun batin seperti buah duku, daripada kita berbuat yang dari luar kelihatan bagus tetapi di dalamnya kasar dan tajam seperti buah kedondong.
Demikian sebaliknya, lebih baik kita berbuat terlihat kasar dari luar tetapi dalamnya halus seperti buah salak. Berbuatlah sesuatu yang baik dan tidak menyakitkan, baik itu secara lahir maupun batin. Sedangkan syair andhong apa mbecak, mlaku dimik-dimik mempunyai maksud memilih salah satu makna yang dimaksud dalam syair tersebut.
Andong adalah sebuah kendaraan angkutan yang menggunakan tenaga hewan sebagai penariknya, sedangkan becak adalah kendaraan angkut yang memanfaatkan tenaga manusia sebagai pendorongnya. Dalam syair ini terdapat nilai budi pekerti kemandirian, kita tidak boleh menyusahkan orang lain atau makhluk lain, kita harus hidup mandiri, berjalan di atas kaki sendiri meskipun pelan-pelan dan tertatih-tatih.
Source https://wongjowointheblog.blogspot.com/ https://wongjowointheblog.blogspot.com/2017/05/makna-filosofi-tembang-dolanan.html
Comments
Loading...