Makna filosofi jawa Sura Dira Jayaningrat, Lebur Dening Pangastuti

0 280

Sura Dira Jayaningrat, Lebur Dening Pangastuti merupakan salah satu filosofi jawa yang memiliki makna yang sangat dalam yaitu berkaitan dengan menjaga emosi dan bersikap sabar.

Mungkin dijaman sekarang, anak anak kecil atau bahkan orang dewasa jika ditanya tentang falsafah tersebut sudah tidak tau artinya apa. oleh karena itu, wartajowo kali ini akan membahas makna filosofi jawa Sura Dira Jayaningrat, Lebur Dening Pangastuti , agar budaya dan warisan leluhur tidak hilang begitu saja.

Sura Dira Jayaningrat, Lebur Dening Pangastuti sendiri merupakan salah satu bagian dari bait Pupuh Kinanthi” dalam “Serat Witaradya” buah karya R Ngabehi Ranggawarsita (1802-1873) pujangga besar Kasunanan Surakarta yang mengisahkan R Citrasoma, putra dari  Prabu Aji Pamasa di negara Witaradya yang berbunyi :

Jagra angkara winangun

Sudira marjayeng westhi
Puwara kasub kawasa
Sastraning jro Wedha muni
Sura dira jayaningrat
Lebur dening pangastuti

Sura Dira Jayaningrat, Lebur Dening Pangastuti mempunyai arti sebagai berikut :
Suro berarti keberanian, Diro artinya kekuatan, Joyo adalah kejayaan, dan Ningrat itu berkedudukan tinggi, bangsawan. Sementara, Lebur berarti hancur, Dening artinya dengan, dan Pangastuti adalah kebijakan, kesabaran, kasih sayang.

dari arti kata tersebut, filosofi jawa ini berkaitan dengan kesabaran dalam menghadapi seseorang yang mempunyaj sifat keras hati, picik, angkara murka ( utamanya menghadapi seorang tokoh atau pemimpin )
Pertama mengenai sifat keras hati
setiap orang memang mempunyai sifat dan perilaku yang berbed beda, sumber dari sifat manusia tersebut adalah hati, dimana hati bisa menjadi lunak dan juga menjadi keras. banyak faktor yang menjadikan seseorang memiliki sifat keras hati dan hendaknya kita jangan sampai memiliki sifat tersebut.

kedua mengenai sifat picik
sifat picik juga merupakan sifat yang tidak baik, dimana sifat ini menjadikan seseorang berfikir sempit, cenderung berburuk sangka terhadap orang lain.

ketiga mengenai angkara murka
sifat angkara murka sering dikaitkan dengan watak seseorang yang bengis, tamak dan juga  serakah.

Secara harfiah dari arti perkata diatas bisa dirangkai maknanya sebagai berikut: segala keberanian kekuatan kejayaaan dan kedudukan akan bisa dikalahkan dengan sikap bijak, lembut hati dan sabar.

Itulah makna dari filosofi jawa Sura Dira Jayaningrat, Lebur Dening Pangastuti. demgan memahami filosofi tersebut, diharapkan para generasi penerus bisa menjadi manusia yang adi luhung, bernudi pekerti tinggi dan beradab. Inilah yang kemudian bisa menjadi ciri khas ketika mereka berbaur dengan suku lain. Ini adalah sifat-sifat dasar yang diturunkan oleh nenek moyang khususnya masyarakat jawa.

Semiga warisan budaya, pemikiran para leluhur leluhur tersebut  dapat menambah wawasan kebijaksanaan serta mengajarkan hidup kita agar  senantiasa Eling lan Waspodo.

Source http://wartajowo.blogspot.com http://wartajowo.blogspot.com/2018/08/arti-dan-makna-filosofi-jawa-sura-dira.html
Comments
Loading...