Makna dan Fungsi Dibalik Upacara Kematian Jawa

0 66

Makna dan Fungsi Dibalik Upacara Kematian

Tradisi dalam upacara kematian ini merupakan peninggalan kebudayaan dari leluhur masyarakat setempat yang masih dibudayakan. Namun demikian seiring dengan perkembangan zaman, ada beberapa hal yang sedikit demi sedikit dihilangkan. Bukan pada bagian dan tata cara melainkan tertuju pada perlengkapan yang digunakan dalam prosesnya. Seperti sesaji yang hampir tidak ditemukan lagi pada masyarakat Dusun Sorogenen. Keyakinan dan kepercayaan masing-masing yang menjadi kunci utama dalam setiap upacara berlangsung. Dan khusus pada masyarakat dusun ini mempunyai kesepakatan dalam melakukan tradisi tersebut. Perlu kita ketahui bahwa upacara ini tidak hanya dimiliki dan dilaksanakan oleh masyarakat Sorogenen, sebab upacara ini  merupakan tradisi yang berlaku juga bagi sebagian besar masyarakat Jawa. Meskipun ada beberapa hal yang membedakan antara daerah satu dengan lainnya. Dan yang dijelaskan dalam tulisan ini adalah upacara yang dimiliki oleh masyarakat Sorogenen dengan budayanya tersendiri.

Pada umumnya upacara ini dilakukan pada jenazah yang beragama Islam. Karena budaya ini memang diturunkan oleh leluhur mereka yang berkeyakinan pada aqidah Islam. Sedangkan untuk jenazah warga yang bukan beragama Islam, biasanya ditangani oleh keluarga dan kerabat jenazah sendiri. Namun seluruh masyarakat dusun tersebut tetap datang meskipun hanya sebatas melayat dan memberi doa pada jenazah. Hal ini tetap berlangsung hingga saat ini dan tidak pernah sekalipun menjadi suatu permasalahan.

Upacara yang diselenggarakan pada saat kematian ini merupakan suatu bentuk penghormatan kepada orang yang sudah meninggal. Bahwa orang yang ditinggalkan masih senantiasa mengingat segala kebaikan yang pernah diberikan oleh orang yang sudah meninggal sehingga perlu untuk menyelenggarakan suatu upacara. Masyarakat ini juga mempercayai bahwa dengan dibantu doa maka orang yang meninggal tersebut akan cepat diterima Tuhan sehingga arwahnya akan tenang. Pemberian doa mereka lakukan pada hari pertama hingga hari keseribu sejak pemakaman. Namun setelah hari keseribu bukan berarti hubungan batin dan pemberian doa terhenti, sebab mereka tetap mengunjungi makam pada perayaan tertentu yang disebut dengan nyekar. Kegiatan nyekar ini juga mereka lakukan dengan membersihkan makam dan menaburkan bunga disekitar makam tersebut, sehingga secara simbolik menegaskan bahwa tidak ada hubungan yang terputus antara orang yang meninggal dengan yang masih hidup (dalam hal ini keluarga dan kerabat).

Selain itu bagaimana peran serta masyarakat dusun dalam pelaksanaan upacara juga menjadi hal yang patut diperhatikan. Secara tidak langsung berfungsi sebagai pemersatu dan juga untuk menjalin rasa solidaritas serta kekeluargaan sesama warga setempat. Begitulah budaya yang mereka yakini dan tetap dijalankan hingga saat ini.

Source Makna dan Fungsi Dibalik Upacara Kematian Santya.inc
Comments
Loading...