Makna dan Fungsi Upacara Kematian di Jawa

0 461

Makna dan Fungsi Upacara Kematian di Jawa

Tradisi Jawa sangat banyak dan beragam yang mana setiap pelaksanaannya pasti memiliki suatu  makna yang terkandung.Misalnya ialah Tradisi kematian seseorang.

Bukan pada bagian dan tata cara melainkan tertuju pada perlengkapan yang digunakan dalam prosesnya. Seperti sesaji yang hampir tidak ditemukan lagi pada masyarakat Dusun Sorogenen. Keyakinan dan kepercayaan masing-masing yang menjadi kunci utama dalam setiap upacara berlangsung. Dan khusus pada masyarakat dusun ini mempunyai kesepakatan dalam melakukan tradisi tersebut. Perlu kita ketahui bahwa upacara ini tidak hanya dimiliki dan dilaksanakan oleh masyarakat Sorogenen, sebab upacara ini  merupakan tradisi yang berlaku juga bagi sebagian besar masyarakat Jawa.Setiap daerah satu dengan daerah yang lainnya pasti memiliki makna dan tradisi yang berbeda-beda.

Biasanya masyarakat Jawa melakukan upacara kematian yang beragama Islam.Selain itu, tradisi ini juga merupakan turun temurun.Sedangkan untuk jenazah warga yang bukan beragama Islam, biasanya ditangani oleh keluarga dan kerabat jenazah sendiri. Namun seluruh masyarakat dusun tersebut tetap datang meskipun hanya sebatas melayat dan memberi doa pada jenazah. Hal ini tetap berlangsung hingga saat ini dan tidak pernah sekalipun menjadi suatu permasalahan.

Upacara yang diselenggarakan pada saat kematian ini merupakan suatu bentuk penghormatan kepada orang yang sudah meninggal.Bagi orang  meninggal  biasanya banyak para tetangga dan sanak saudara yang datang tujuannya ialah untuk mendoakan orang yang telah meninggal tersebut agar arwahnya tenang di alam sana dan dapat di terima oleh sang pencipta.

Pemberian doa mereka lakukan pada hari pertama hingga hari keseribu sejak pemakaman. Namun setelah hari keseribu bukan berarti hubungan batin dan pemberian doa terhenti, sebab mereka tetap mengunjungi makam pada perayaan tertentu yang disebut dengan nyekar.

Prosesi nyekar juga mereka lakukan dengan membersihkan makam dan menaburkan bunga disekitar makam tersebut, sehingga secara simbolik menegaskan bahwa tidak ada hubungan yang terputus antara orang yang meninggal dengan yang masih hidup (dalam hal ini keluarga dan kerabat). Dan senantiasa orang yang masih hidup mendoakan yang telah meninggal.

Secara tidak langsung berfungsi sebagai pemersatu dan juga untuk menjalin rasa solidaritas serta kekeluargaan sesama warga setempat. Kalau bukan karena rasa solidaritas dan kekeluargaan yang tinggi, maka mereka tentu tidak akan berusaha untuk segera datang saat mendengar berita meninggalnya salah satu warga mereka.

Orang yang melayat ke rumah orang yang meninggal supaya ia bila meninggal juga masih banyak orang yang mendoakannya juga dan hal tersebut juga di dasari oleh keikhlasan.

Source Makna Dan Fungsi Di Balik Upacara Kematian Di Jawa santya.inc
Comments
Loading...