Makna Dan Doa Aksesoris Paes Jawa

0 231

Makna Dan Doa Aksesoris Paes Jawa

Meskipun memiliki beberapa perbedaan yang mendasar, semua rias pernikahan adat Jawa selalu memiliki aksesoris yang cukup sama. Apik digunakan, sudah tahukah kamu berbagai filosofi di balik aksesoris paes? Agar lebih khidmat saat menikah nanti, kamu mesti tahu berbagai filosofi ini.

Cundhuk Mentul. Cundhuk mentul  adalah hiasan yang menyerupai kembang goyang yang digunakan diatas kepala pengantin wanita. Secara umum, bentuknya yang menyerupai matahari melambangkan harapan agar pernikahan kedua mempelai selalu disinari oleh matahari, Sang pemberi kehidupan.

Cundhuk mentul sendiri biasa digunakan dalam nomor ganjil mulai dari 1, 3, 5, 7, ataupun 9. Banyaknya cundhuk mentul yang dipakai pun memiliki makna yang berbeda dalam adat Jawa. 1 cundhuk mentul melambangkan Tuhan Yang Maha Esa, 3 melambangkan nilai-nilai Trimurti, 5 melambangkan rukun Islam, 7 melambangkan perkawinan yang penuh pertolongan, dan 9 melambangkan wali songo.

Centhung, merupakan sepasang aksesoris sisir dengan hiasan batu permata yang disematkan di kiri dan kanan kepala si pengantin wanita. Bentuknya sendiri menyerupai gerbang atau gapura, oleh karena itu hiasan yang satu ini sering dimaknai sebagai simbol bahwa si wanita siap memasuki gerbang pernikahan.

Gunungan merupakan hiasan yang menyerupai gunung dan dipasang dibagian tengah kepala. Seperti halnya gunung yang sering dianggap agung dan besar, gunungan merupakan simbolisasi dari kesakralan pernikahan kalian. Dalam adat Jawa, gunung sendiri sering dianggap agung dan sakral karena gunung merupakan tempat tinggalnya nenek moyang kita.

Gunungan juga sering dipasang terbalik, dengan bagian depan menghadap ke belakang. Hal tersebut pun memiliki arti tersendiri, bahwasanya seorang perempuan harus terlihat cantik dari belakang sebagaimana dia terlihat cantik dari depan.

Kelat bahu merupakan sebuah gelang yang disematkan pada bahu wanita. Gelang tersebut pun berbentuk naga yang melilit bahu perempuan sebagai lambang bersatunya pola rasa dan juga pikir setelah menikah. Naga sendiri, dalam adat Jawa, merupakan hewan agung yang sering dikatakan melambangkan kekuatan. Oleh karena itu, bersatunya kedua pola tersebut, rasa dan pikir, pun berdampak pada munculnya kekuatan dalam hidup terutama pernikahan bagi si perempuan.

Gelang binggel kana adalah gelang emas yang biasa terlihat disematkan pada pergelangan pengantin wanita. Gelang yang tak bermula dan tak berujung itu bagaian sebuah perlambangan kesetiaan wanita terhadap suaminya, kesetiaan yang tanpa batas.

Kalung sungsun merupakan kalung tersusun dari tiga lempengan emas berbentuk bulan sabit. Selain untuk penghias dada, kalung sungsun melambangkan tiga fase kehidupan manusia yang harus dijalani; yaitu lahir, menikah, kemudian meninggal. Pada waktu yang bersamaan, kalung sungsun juga melambangkan tiga alam dimana manusia hidup yaitu alam baka, alam perantara, dan alam fana.

Pada umumnya, si pengantin wanita memakai cincin pada jari manis. Hal tersebut merupakan harapan bahwa wanita akan selalu bertutur baik dan manis. Namun, ada pula makna yang berbeda ketika cincin disematkan pada jari lain. Cincin pada jari kelingking merupakan harapan bahwa wanita akan selalu terampil dalam urusan rumah tangga. Sedangkan cincin di ibu jari merupakan harapan bahwa wanita selalu ikhlas dalam berumah tangga.

Source https://www.hipwee.com/ https://www.hipwee.com/wedding/di-balik-keanggunannya-aksesoris-paes-jawa-ternyata-punya-banyak-makna-dan-doa/
Comments
Loading...