Maen Keong Suroboyoan, Permainan Tradisional

0 132
Maen Keong Suroboyoan, Permainan Tradisional

Semasa ayahku duduk di bangku Sekolah Dasar pada era 80an, di masa teknologi hp, internet, bahkan TV belum merajalela. Ada sebuah permainan yang sering dimainkan di sore hari atau jika sedang libur sekolah suka dimainkan oleh anak-anak saat pagi hari. Permainan ini terkenal dengan maen keong, sesederhana namanya permaainan ini hanya membutuhkan keong.

Prinsip permainan ini adalah mengadu kecepatan keong untuk keluar dari kubangan air, permainan ini dimainkan minimal oleh 2 orang dan maksimal 5-6 orang tergantung besar arena. Setiap orang membawa 1 keong andalannya untuk bertanding.

Arena permainannya pun harus dibuat terlebih dahulu dengan menggali tanah berbentuk setengah bola kurang lebih berdiameter 30-40cm dan kedalaman ±20cm. Tekan dinding-dinding arena agar tanah galian lebih rapat. Isi galian tanah tadi dengan air jangan sampai penuh, sisakan ruang ±5cm dari permukaan tanah.

Cara memainkan permainan ini adalah setiap anak harus menyiapkan 1 keong andalannya yang akan diikutsertakan dalam permainan ini. Dari seluruh pemain ditunjuk 1 orang sebagai pengocok, dia bertugas mengumpulkan semua keong dari seluruh pemain di telapak tangannya, jika sudah semua keong terkumpul dia akan menutup semua keong nya dengan telupuk tangannya satu lagi lalu mengocoknya, dan menaruhnya dalam arena permainan yang telah dibuat sebelumnya.

Keong yang dianggap pemenang adalah keong yang paling cepat keluar dari air dan mencapai permukaan tanah. Belum dianggap pemenang bila masih ada bagian tubuh keong yang tercelup air. Pemenang dari permainan ini akan mendapatkan keong dari seluruh pemain lain yang kalah. Yang menjadi seru adalah cara setiap anak untuk mengingat keong mana yang ia miliki. Terkadang anak-anak lupa dan mengaku- ngaku keong dialah yang menjadi pemenangnya. Kata ayahku bahkan jika ada anak yang menang secara terus menerus terkadang ia sekali-kali dicurangi oleh pengocok dengan menekan keongnya agar masuk kedalam cangkangnya dan akhirnya kalah.

Dalam permainan ini anak-anak yang sering menjadi pemenang akan memiliki keong dengan jumlah yang banyak. Keong-keong ini pun bisa diperjualbelikan kembali, dalam menjual keong pun tidak asal semua keong memiliki harga sama, tetapi semakin cepat rekor keong tersebut maka semakin mahal harganya. Keong keong ini pun tidak dibiarkan begitu saja tapi dipelihara dengan membuat sangkar/wadah yang terbuat dari bambu berbentuk balok dan diberi makan dengan tebu. Selain itu keong keong ini pun biasa dilatih terlebih dahulu untuk mengetahui kemampuan setiap keong sebelum dimainkan bersama teman-teman.

Permainan ini secara tidak langsung banyak mengajarkan nilai-nilai positif. Seperti belajar berbisnis di usia dini, ketelatenan dalam merawat dan melatih keong, melatih daya ingat dan sportivitas anak-anak. Masih banyak lagi permainan tradisional yang banyak mengajarkan hal-hal positif yang mulai pudar dimakan oleh kemajuan teknologi. Semoga kita sebagai kaum milenial dapat melestarikan kembali permainan-permainan tradisional khas Indonesia.

Source https://budaya-indonesia.org/Maen-Keong-Suroboyoan/ https://budaya-indonesia.org/Maen-Keong-Suroboyoan/
Comments
Loading...