Macam–Macam Bentuk Rumah Panggang – Pe

0 280

Macam – Macam Bentuk Rumah Panggang – Pe

Rumah “Panggang Pe” adalah bentuk bangunan rumah yang paling sederhana dan bahkan merupakan bentuk bangunan dasar. Fungsi Bangunan “Panggang Pe” ini untuk berlindung dari gangguan angin, dingin, panas matahari dan hujan.

Bangunan yang sederhana ini mempunyai bentuk pokok berupa tiang atau “saka” sebanyak 4 atau 6 buah. Sedang pada bagian sisi sekelilingnya diberi dinding yang hanya sekedar untuk menahan hawa lingkungan sekitar. Dapat dikatakan sebagai bentuk perlindungan yang lebih bersifat privat dari gangguan alam.

Pada perkembangannya bentuk rumah adat Panggang Pe ini mengalami perubahan menjadi variasi bentukan yang lain. Kira-kira sebanyak 6 bentukan hasil dari perkembangan bentuk yang sederhana tersebut. Pada masa lalu, rumah Panggang Pe umumnya didirikan untuk kios dan juga warung.

Macam-macam Bentuk Rumah Panggang Pe

  1. Rumah Panggang – Pe Pokok yaitu rumah yang belum memiliki variasi. Rumah Panggang – Pe yang berarti satu dan disangga oleh empat buah tiang pada keempat sudutnya.
  2. Rumah panggang – pe trajumas merupakan Rumah Panggang – Pe yang menggunakan tiga buah Pengeret dan enam buah Saka ( Tiang ).
  3. Rumah panggang gedang selirang adalah Gedang Selirangumah Panggang – Pe berarti pisang sesisir. Rumah Panggang – Pe yang berupa rumah Panggang – Pe Pokok ditambah atap Emper dibagian belakang. Pada dasarnya atap tambahan tersebut juga merupakan atap Panggang – Pe.
  4. Rumah panggang – pe empyak setangkep / penggandengan setangkep yaitu Rumah Panggang – Pe yang terdirir dari dua buah Panggang yang dipertemukan pada sisi depannya. Dan saling memakai tiang depan sesamanya.
  5. Rumah panggang – pe empyak setangkep / penggandengan setangkep dengan perpanjangan atap adalah Rumah Panggang – Pe yang atapnya besar dan diperpanjang kedepan sampai menonjol dan menutupi bagian atas atap didepannya. Biasanya bentuk rumah ini untuk gudang.
  6. Rumah panggang – pe kios adalah Rumah Panggang – Pe yang atap depannya mendapat atap tambahan sebagai pelindung dari sinar matahari dan tampias air hujan.
  7. Rumah panggang – pe kodhokan / jengki yaitu Kodhok disebut juga katak. Rumah Panggang – Pe jenis ini hampir sama dengan rumag Panggang – Pe Kios hanya saja atap depan tambahannya disangga oleh Bahu Dhanyang / Sangga Uwang. Sedangkan pada Kodhokan / Jengki disangga oleh tiang karenanya atap depan tambahannya juga lebih lebar.
  8. Rumah panggang – pe cere gancet merupakan Rumah Panggang – Pe dimana dua buah Panggang – Pe yang dijadikan satu yang bergandengan pada bagian belakangnya.
  9. Rumah panggang – pe cere gencet yaitu Prinsipnya sama dengan rumah Panggang – Pe Cere Gancet hanya Cere Gancet ada atap tambahan didepannya sedang Cere Gencet tidak ada.
  10. Rumah panggang – pe gedang setangkep adalah Prinsipnya sama dengan rumah Panggang – Pe Empyak Setangkep / Penggandengan Setangkep hanya saja pada kedua sisin depanya mendapat atap tambahan yang cukup lebar dan disangga oleh Saka (Tiang).
  11. Rumah panggang – pe barengan / graji yaitu Barengan berarti bersama – sama. Graji berarti gergaji dikatakan demikian karena atapnya seperti mata gergaji. Rumah Panggang – Pe yang terdiri dari beberapa rumah panggang pe lebih dari dua yang digabungkan saling membelakangi satu sama lain. Cara menggabungkannya dengan menggunakan balok dan tiang sesamanya. Jenis rumah ini didesa sering digunakan untuk gudang beras.
Source http://traditionaljavanesehouse.blogspot.com/ http://traditionaljavanesehouse.blogspot.com/2011/06/rumah-panggang-pe-panggang-artinya.html http://rumahadatistiadat.blogspot.com/2017/08/rumah-rumah-adat-jawa-tengah-nama-makna.html
Comments
Loading...