Lomba Dayung Tradisional di Dusun Sumurup

0 63

Lomba Dayung Tradisional di Dusun Sumurup merupakan salah satu rangkaian acara lomba dalam memperingati HUT kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 72 yang mana seluruh bangsa Indonesia mengelar hajat dengan mengadakan lomba-lomba yang melibatkan semua warganya. Sebelum acara di mulai, dilakukan upacara bendera merah putih yang dilakukan di tengah sungai Tuntang Kabupaten Semarang, dimana pesertanya di atas tongkang mini yang dibuat dan perahu-perahu ada di kanan kiri tongkang mini tersebut dengan latar belakang Jembatan Nasional Tuntang.

Lomba Dayung Tradisional juga didukung oleh lomba-lomba yang lainnya yang pada acara ini sangat meriah dan layak untuk disaksikan sampai akhir. Lomba-lomba lain itu antara lain meniti/berjalan di atas bamboo dimana bamboo tersebut dilumuri oleh pelicin semacam oli yang di letakan diatas sungai Tuntang yang diikat di jembatan rel kereta api Tuntang Ambarawa. Jadi bila peserta jatuh atau terpeleset waktu berjalan maka peserta akan terjatuh di aliran sungai Tuntang ini. Ada juga lomba mengaitkan kait yang ditempelkan di caping nelayan yang harus di kaitkan dengan pengait yang di pasang di tengah sungai, dimana pesertanya di atas perahu. Disini yang di butuhkan selain keseimbangan peserta, kita juga harus tenang.

Uniknya dari banyak lomba yang disini peserta boleh dari mana saja, jadi acara ini tidak hanya di peruntukan bagi warga Sumurup Tuntang saja, tetapi boleh diikuti oleh semua warga Negara Indonesia di mana saja tanpa kecuali. Syaratnya hanya mendaftar di panitia lomba dan yang utama harus bisa renang karena semua lomba berada di sungai Tuntang.

Sedangkan utama Lomba Dayung Tradisional di Dusun Sumurup adalah lomba dayung yang unik, dimana lomba ini di buat kreatif oleh panitia supaya lebih menarik dan enak ditonton oleh pengunjung yang menyaksikan acara ini. Lomba dayung tapi waktu mendayung perahu peserta tidak menggunakan dayung seperti yang biasanya mereka lakukan sebagai nelayan, tapi dayungnya diganti dengan tangan peserta. Ini sangat susah untuk di lakukan oleh siapa saja tanpa kecuali oleh peserta yang rata-rata adalah nelayan Rawa Pening, karena kondisi perahu tidak bisa dikendalikan dengan mudah. Sehingga kadang-kadang peserta dalam satu perahu yang ada di depan tiba-tiba bisa berubah jadi di belakang karena memang kendali perahu sangat susah di kendalikan. Ini diikuti oleh anak-anak maupun orang dewasa dengan kategori sendiri-sendiri.

Inilah yang menarik di Lomba Dayung Tradisional di Dusun Sumurup, dimana penontonnya semakin siang semakin ramai saja yang bahkan datang dari luar kota karena penasaran dengan acara ini. Lomba ini juga membawa keberuntungan bagi pedagang kaki lima, dimana mereka menjajakan dagangannya sepanjang jalan menuju desa Sumurup ini, mulai dari makanan tradisonal sampai yang modern disajikan disini untuk kenyamanan penontonnya. Selamat bagi Desa Sumurup atas berhasilnya Lomba Dayung Tradisional di Dusun Sumurup 2017 semoga tahun depan semakin menarik dan hadiahnya semakin besar sehingga lebih menarik  bagi peserta yang ingin mengikutinya.

Source https://myimage.id https://myimage.id/lomba-dayung-tradisional/
Comments
Loading...