Lengger Lanang Banyuwangi

0 133

Lengger Lanang

Pasti nama Lengger Lanang terdengar asing di telinga masyarakat Indonesia. Tarian ini merupakan salah satu tarian asal Banyumas yang melegendaris pada zamannya. Konon, tarian mistis ini mendapat pengaruh dari Hindu. Lengger Lanang dahulu digunakan untuk pemujaan Dewi di Tanah Jawa sebagai ucapan syukur sehabis panen.

Hal yang unik dari Lengger Lanang adalah tarian ini ditarikan oleh laki-laki yang berpenampilan seperti perempuan, yang dikenal dengan sebutan travesti. Menurut sejarah, tarian ini ditarikan oleh kaum lelaki sebab pada zaman penjajahan, wanita belum boleh tampil dan muncul ke depan. Selain itu juga untuk menghindari adanya prostitusi.

Lengger Lanang disebut-sebut menjembatani alam fisik dan spiritual. Para penari yang disebut Lengger konon mendapat indhang atau roh dari Lengger-Lengger terdahulu. Ada sederetan ritual yang selalu dilakukan sebelum seseorang menarikan Lengger Lanang seperti bersemedi, memuja empat mata angin, dan melakukan pemandian di tempat para leluhur.

Lengger Lanang makin menurun kepopulerannya disebabkan oleh stigma masyarakat terhadap kaum LGBT. Padahal pada abad ke-17 para Lengger sangat disenangi orang dan memiliki status sosial yang tinggi di masyarakat. Seorang Maestro Lengger Lanang yang begitu terkenal bernama Dariah. Beliau beberapa bulan yang lalu baru menghembuskan napas terakhirnya. Beliau begitu terkenal sampai pernah disuruh tampil di depan presiden beberapa tahun silam. Dahulu Dariah yang bernama asli Sadam adalah Lengger terakhir di Indonesia. Tetapi , perlahan mulai muncul Lengger-Lengger lain. Pertengahan September 2016 tiga orang Lengger Lanang Banyumas diundang ke International Performing Art Asia 3 (Jepang). Ketiga Lengger Lanang tersebut adalah‎ Tora Dinata, Wahyudi, dan Riyanto. Ketiga penari yang bernaung di Rumah Lengger Banyumas itu tampil di Open Stage of Akita Museum Art, Keiyo Universitas Tokyo, dan Dewandaru Salon Dance Company.

Source https://budaya-indonesia.org https://budaya-indonesia.org/LENGGER-LANANG/
Comments
Loading...