Lempar Kepala Kerbau Tradisi Warga Trenggalek Syukuri Hasil Tani

0 114

Lempar Kepala Kerbau Tradisi Warga Trenggalek Syukuri Hasil Tani

Para petani di Kabupaten Trenggalek menggelar upacara adat Bersih Dam Bagong. Upacara adat itu dilakukan dengan melempar kepala kerbau ke dalam sebuah Dam (waduk kecil) Bagong. Tujuannya, untuk mengenang jasa Ki Ageng Menak Sopal yang berhasil membangun pusat irigasi persawahan. Prosesi upacara adat atau yang lebih dikenal dengan Nyadran tersebut dilakukan oleh para petani di kawasan Dam Bagong, Kelurahan Ngantru, Kecamatan/Kabupaten Trenggalek.


Sebelum dilempar ke dalam dam, terlebih dahulu potongan kepala kerbau dan beberapa bagian tubuh kerbau diarak keliling kampung menuju makam sesepuh Trenggalek, Ki Ageng Menak Sopal dan selanjutnya dilakuan berbagai prosesi seremonial. Menurut kata juru Kunci Makam Menak Sopal, Naim. “Ini adalah bentuk rasa syukur para petani, sekaligus penghormatan kepada Ki Ageng Menak Sopal yang sudah membangun Dam sehingga bisa dimanfaatkan oleh ribuan petani di wilayah Trenggalek.”

Menurutnya, selain larung kepala kerbau, sejumlah prosesi lain juga digelar di kawasan makam Menak Sopal, diantaranya adalah pagelaran wayang ruwat serta selamatan dan doa bersama. Acara yang paling ditunggu-tunggu ribuan masyarakat yang hadir adalah prosesi pelemparan kepala kerbau serta aneka tulang dan kulit kerbau ke dalam Dam Bagong. Sejumlah warga yang telah menunggu di dasar dam langsung menceburkan diri ke dalam dam untuk mencari potongan kepala kerbau maupun kulit dan tulangnya. 

Salah seorang peserta akhirnya berhasil mendapatkan kepala kerbau setelah menyelam di kubangan Dam Bagong. Proses rebutan inilah yang paling menarik perhatian warga yang menonton. Lebih lanjut Naim menjelaskan, kepala kerbau yang di lempar tersebut merupakan simbol dari pengorbanan, sekaligus pengganti kepala gajah putih yang konon dahulu digunakan untuk prasyarat proses pembangunan dam.

Dalam legenda yang diceritakan secara turun-temurun, saat membangun waduk kecil tersebut, Menak sopal selalu mengalami kegagalan. Atas saran dari gurunya ia pun di minta untuk mengorbankan sekor gajah putih.

“Ki Ageng Menak Sopal ini kalau di Trenggalek dikenal sebagai sosok pahlawan pertanian, karena jasanya dalam membangun dam, saat ini manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat luas, khususnya para petani di Kecamatan Trenggalek dan Pogalan,” imbuhnya. 

Sementara itu salah seorang warga yang ikut saling berebut kepala kerbau, Agus Supriyadi mengaku cukup senang bisa berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Ia mengaku telah bekerjasama dengan sejumlah rekannya untuk memperebutkan kepala kerbau dan bagian yang lain. 

“Kami sesama teman saling kerjasama, Alhamdulillah dapat lumayan banyak ini. Belum tahu ini nanti mau diapakan, dimasak atau dijual,” ujarnya. 

Pihaknya berharap, pada tahun ini para petani Trenggalek semakin makmur dan mendapatkan hasil panenan yang melimpah dan dijauhkan dari serangan hama. Warga mengaku Dam Bagong Trenggalek mampu memberikan manfaat besar bagi 840 hektare area persawahan di wilayah Kecamatan Trenggalek dan Pogalan. Di sisi lain Bupati Trenggalek, Emil Elestianto Dardak mengatakan, prosesi bersih Dam Bagong merupakan bentuk pelestarian budaya yang telah ada sejak ratusan tahun silam. “Kepala kerbau itu diperebutkan dan diambil untuk masyarakat, tidak dibuang.”

Source Lempar Kepala Kerbau Tradisi Warga Trenggalek Syukuri Hasil Tani Detiknews
Comments
Loading...