budayajawa.id

Legenda Tuk Bima Lukar Dieng

0 27

Legenda Tuk Bima Lukar Dieng

Menurut cerita legenda zaman dahulu kala, suatu ketika Pandawa dan Kurawa berlomba membuat sungai. Pihak Pandawa diwakili Sang Bima, saudara kedua dari Pandawa yang memiliki postur tubuh tinggi, besar dan gagah. Sebelum hari lomba dimulai, Sang Bima melakukan semadi. Dalam semadinya itu Sang Bima mendapat wangsit dari Dewa. Dewa berkata, “hai Bima, kalau kamu ingin menang dalam lomba nanti, kamu harus lukar!”. Pada saat lomba dilaksanakan, Sang Bima pun mematuhi wangsitnya.

Ia datang tanpa mengenakan pakaian alias telanjang/lukar. Setalah gong tanda dimulainya perlombaan berbunyi, ternyata ia tidak dapat menemukan peralatan untuk menggali tanah. Sang Bima menjadi bingung dan panic. Setelah menengok kanak-kiri dan mencari-cari tidak menemukan cangkul, sekop, atau peralatan lainnya, maka dalam kepanikan oleh rasa takut akan kalah, Bima langsung menggunakan alat vitalnya (“gada”nya) sebagai pengganti cangkut, sekop, dan sebagainya untuk menggali tanah.

Tentu saja tidak tercatat seberapa ukuran dan tanamnya “gada” Sang Bima dengan posturnya yang tinggi dan besar. Berkat gada itu pulalah Sang Bima dapat menjadi pemenang lomba. Sungai yang dibuat selesai lebih cepat dibandingkan dengan yang dibuat oleh lawannya. Dengan perasaan riang gembira, sang Bima pulang sambil menelusuri sungai yang baru dibuatnya. Ia pun disambut sorak-sorai oleh rakyatnya. Sesampainya di hulu sungai, sang bima tercenung. Katanya dalam hati, “kurang sempurnalah sungai ini, karena belum ada airnya”. Spontan sang Bima buang air kecil (pipis), selanjutnya air kencing Bima pun menjadi aliran sungai itu.

Seusai mengaliri sungainya, Sang Bima mengamati layakya seorang insinyur selesai mengerjakan proyek. Ternyata, ada sesuatu yang janggal nun jauh di bagian bawah aliran sungai. Setelah diamati dengan seksama, ternyata bukanlah kesalahan teknis proyek, melainkan ada seorang wanita cantik sedang mandi menikmati sejuknya air sungai.

Sambil mengamati gadis itu, Sang Bima terucap kata-kata, “Sira Ayu!” yang artinya kamu cantik. Selanjutnya kata-kata itu disingkat menjadi SERAYU, sekaligus digunakan sebagai nama sungai yang telah dibuat oleh Sang Bima itu. Sungai ini merupakan sungai dengan aliran terpanjang di daerah Jawa Tengah. Sedangkan kurawa sebagai pihak yang kalah, juga membuat sungai yang diberi nama Klawing. Saat ini, sungai tersebut berada di daerah kabupaten Purbalingga.

Source Legenda Tuk Bima Lukar Dieng Legenda Dieng
Comments
Loading...