Legenda Nyai Ontosoroh Di Pabrik Gula Tulangan

0 114

Legenda Nyai Ontosoroh Di Pabrik Gula Tulangan

oelangan, salah satu wilayah Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur, yang sejak lama telah dikenal sebagai salah satu sentra penghasil gula di Nusantara. Pada masa kejayaannya di paruh kedua abad 19, terdapat setidaknya sepuluh pabrik gula yang beroperasi di wilayah Sidoarjo, meliputi Buduran, Candi, Krembung, Wonoayu, Ketegan, Sruni, Krian, Watutulis serta Tulangan. Bersama dengan produk gula dari wilayah Hindia Belanda lainnya, produk gula dari Sidoarjo ketika itu berhasil merajai pasar Eropa.

Namun di balik kisah-kisah manisnya, industri gula kita ternyata juga menyimpan banyak kenangan pahit dari masa penjajahan. Tentang pergulatan kelas sosial, diskriminasi, kesenjangan gender, juga pelecehan terhadap hak-hak asasi manusia. Isu-isu yang melingkupi kehidupan di sekitar pabrik gula pada era kolonial ini lah yang kemudian menginspirasi sastrawan Pramoedya Ananta Toer untuk melahirkan sosok legendaris Nyai Ontosoroh.

Dalam novel tetralogi ‘Pulau Buru’-nya yang berjudul Bumi Manusia, Pram menceritakan sosok Nyai Ontosoroh sebagai anak dari seorang juru tulis di Pabrik Gula Tulangan, Sidoarjo sekitar akhir abad 19. Dia dijual oleh orangtuanya untuk menjadi gundik dari seorang Belanda pemilik pabrik gula.

Namun dia bukan lah perempuan lemah yang hanya diam tanpa daya. Menghadapi segala ketidakadilan yang ditimpakan kepadanya, Nyai Ontosoroh pun bangkit dan melawan. Kisah perjuangan Sang Nyai ini telah menanamkan begitu banyak kesan di kalangan para pembaca dan penggemar novel Bumi Manusia.

Menariknya, pabrik gula yang menjadi latar di novel ini ternyata masih ada. Pabrik gula yang terletak di Desa Tulangan, Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo itu hingga kini masih beroperasi di bawah pengelolaan PTPN X. Didirikan pada tahun 1850 dengan nama N.V. Matsechappy Tot Exploitatie de Suiker Ondernamingen Kremboong en Toelangan, Pabrik Gula (PG) Tulangan kini telah memasuki usianya yang ke-162. Sebuah usia yang tergolong sangat tua untuk sebuah pabrik yang masih terus beroperasi.

Baik bangunan maupun mesin-mesinnya banyak yang merupakan peninggalan dari zaman Belanda. Maka disadari atau tidak, PG Tulangan kini tidak lagi sekadar bermakna sebagai tempat pembuatan gula, melainkan telah berubah menjadi sebuah monumen sejarah yang merekam jejak manis pahitnya industri gula di Nusantara.

Source Legenda Nyai Ontosoroh Di Pabrik Gula Tulangan Siaga Indonesia
Comments
Loading...