Legenda Gapura Batas Kota Solo

0 118

Legenda Gapura Batas Kota Solo

Cerita tentang gapura ini sangat menarik. Gapura Dibangun pada zaman pemerintahan Sri Susuhunan Pakubuwono X, Raja Kraton Kasunanan Surakarta. Sebagaimana kita tahu, raja yang satu ini memiliki kharisma yang tinggi dan dengan Raja PB X inilah kraton Surakarta mencapai masa kejayaan. Pada zaman inilah kraton surakarta mengalami kemajuan dalam berbagai bidang kehidupan. Sebuah kerajaan yang membawahi Karesidenan Surakarta dan salatiga ini, masih meninggalkan jejak bersejarah sisa-sisa masa keemasannya. Apabila kita masuk daerah Solo, tak asing lagi di berbagai bangunan kuno yang masih kokoh berdiri pasti mempunyai logo kraton yang dilengkapi tulisan PB X. Ini adalah fakta sejarah yang bernilai tinggi dan adi luhur dibalik keunikan Solo dengan segala tradisi kulturalnya.

Balik lagi soal gapura, cerita dari orang-orang terdahulu. Gapura ini memiliki kekuatan mistis dimana ini sebagai benteng depan pertahanan Kraton Surakarta. Pembangunan gapura ini dilengkapi dengan upacara ritual meletakkan Lulang balondo. Lulang yang berarti kulit, dan Balondo adalah nama seekor Kerbau yang pada zaman dahulu memiliki kesaktian. Suatu saat kerbau itu mati, dan kulitnya dipotong-potong kemudian ditanam di semua gapura batas kota. Sehingga, ceritanya dahulu setiap ada musuh yang akan memasuki wilayah kerajaan dengan melewati gapura tersebut, maka semua kekuatan apapun akan lenyap ketika melewatinya. Musuh yang awalnya mempunyai kekuatan supranatural tinggi, ketika melewatinya akan menjadi sebagaimana orang biasa yang tidak mempunyai kekuatan lebih. Sehingga, ini dijadikan sebagai benteng pertahanan kerajaan.

Demikian salah satu cerita dari kakek dan bapak serta orang-orang yang pernah menceritakan kepada saya. Ini bukan bermaksud untuk berlaku syirik maupun memuja benda, tetapi ini adalah legenda kerajaan yang mempunyai nilai historik dan sakral.

Source Legenda Gapura Batas Kota Solo Setiyo Mursid

Leave A Reply

Your email address will not be published.