Legenda Asal Usul Kalimanah Purbalingga

0 200

Legenda Asal Usul Kalimanah Purbalingga

Konon jaman dahulu dipinggir kota Purbalingga berdiri kerajaan yang amat megah bernama Sela. Kerajaan Sela memiliki putri yang konon katanya memiliki wajah yang sangat cantik bernama Sesetya ,bukan hanya cantik wajahnya putri Setya ini juga cantik hatinya hingga banyak lelaki yang ingin meminangnya. Namun belum ada satupun lelaki yang bisa menarik perhatian putri Setya. Suatu hari Putri Setya yang sedang merasa jenuh mengajak dayang-dayangnya untuk pergi berjalan-jalan menikmati udara diluar.

Namun saat dipelataran kerajaan Putri Setya teringat larangan ayahnya Raja Sela agar tidak pergi ke belakang kerajaan yang sejak dahulu sudah dipagari dengan bambu kokoh dan tinggi yang kini hanya tampak semak belukar menyelimuti pagar bambu itu. Sejak kecil sejak masih ada sang ibu hingga sekarang memang Putri Setya sangatlah patuh pada ayahnya, namun hari itu Putri Setya merasa suasana yang amat berbeda yang membuat jenuh dirinya. Sampai-sampai ia berfikir untuk melanggar larangan ayahnya yang sejak dulu dipatuhinya. Putri Setya memutuskan untuk kembali kekamarnya dam berpikir bagaimana caranya agar ayahnya tidak mengetahui niatnya itu. Putri Setya meminta ditemani dayang-dayangnya. Para dayang purti Setya sempat menolak namun “apa daya jika majikan sudah berkata” pikir para dayang.

Dengan mengerahkan 1001 alasan akhirnya Putri Setya dan para dayang mendapat ijin untuk keluar dari kerajaan. Mereka menyelinap masuk ke taman belakang kerajaan. Putri Setya semakin penasaran dengan melihat tembok bambu itu yang kini sudah tergantikan oleh semak belukar. Putri Setya yang keseharianya lemah lembut kini berubah menjadi gadis petualang, tanpa segan-segan dengan dibantu para dayang Putri Setya memanjat semak belukar yang tinggi itu hingga sang Putri dapat melihat apa yang ada dibalik pagar itu.

Putri amat terkejut melihat apa yang ada di balik pagar yang selama ini dirahasiakan ayahnya itu. Ternyata dibalik pagar rahasia itu mengalir sebuah sungai yang amat jernih. Gemercik air itu menarik Putri untuk mendekat sekedar untuk merasakan segarnya air sungai itu. Tanpa basa basi putri melompat pagar dan mendarat dengan mulusnya disusul para dayangnya yang kesulitan memanjat pagar itu. Dengan tak sabar putri langsung menceburkan dirinya ke sungai itu putri merasa jiwanya terkumpul kembali. Namun putri merasa seperti ada yang sedang mengamatinya, ternyata benar ada seorang laki-laki tampan yang sejak tadi mengamatinya.

Dengan ragu-ragu lelaki itu mendekati putri para dayang ketakutan melihat lelaki yang tak dikenal itu mendekati sang putri dan berpikir laki-laki itu bukan orang baik ternyata salah lelaki itu ternyata hanya kagum pada kecantikan sang putri begitu pula sang putri kagum pada kegagahan lelaki itu. Tanpa berkata apa-apa putri yang salah tingkah peprgi begitu saja itu meninggalkan lelaki itu. Sesampainya di kerajaan putri bergegas memasuki kamar tanpa menghiraukan sejuta pertanyaan sang ayah. Putri tak dapat menghilangkan bayangan lelaki tampan itu, ternyata hal itu juga dialami oleh lelaki itu yang tak dapat menghilangkan bayangan sang Putri.

Sejak pertemuan itu Putri semakin sering pergi bermain disungai itu dan berharap bias bertemu dengan lelaki tampan itu. Tidak disangka pertemuan mereka berlanjut dan mereka saling berkenalan ternyata leleki tampan itu seorang pangeran bernama Pangeran Sabrang. Hubungan mereka semakin lama semakin dekat. Namun tak disangka jejak hubungan mereka tercium juga oleh sang ayah. Sang ayah marah mendengar kabar tentang hubungan anak gadisnya dengan pangeran Sabrang yang ternyata merupakan anak musuh bebuyutanya Raja Baya. Sejak saat itu Raja Sela melarang putrinya keluar kerajaaan termasuk pergi menemui Pangeran Sabrang mulai saat itu juga pagar bambu jalan mereka bertemu dijaga ketat. Ternyata pagar bambu yang sejak dulu dilarang untuk didekati putri itu adalah pembatas antara Kerajaan Sela dan Kerajaan Baya.

Sungai itu merupakan tanda bahwa antara kerajaan Sela dan Kerajaan Baya tak pernah ada perdamaian. Yang disebabkan pertarungan sengit diantara leluhur mereka sejak sebelum keberadaan Putri Setya. Setiap hari pangeran menunggu kedatangan putri diatas batu besar disungai tempat dimana mereka sering bertemu. Lama putri tak datang menemui pengeran membuat pangeran heran dan khawatir dengan putri. Pangeran mencari tahu keberadaan putri akhirnya pengeran mengerti sebab putri tak kunjung datang menemuinya.Pangeran memutuskan untuk membawa pergi putri dari Kerajaan Sela.

Suatu malam disaat para penjaga terlelap Pengeran Sabrang menyelinap dan mencari dimana kamar sang putri saaat memasuki kerajaan tak sengaja pangeran mendengar isak tangis dan ternyata itu adalah tangis sang putri. Tanpa ragu-ragu pangeran menyelinap masuk ke dalam kamar sang putri dan menemui sang putri dan membawa pergi sang putri dari kerajaan. Pagi harinya Raja Sela menyadari bahwa putri sudah tidak ada dikamarnya.Raja Sela murka dan menyerang kerajaan Baya. Kedua kerajaan itu berperang ditengah derasnya sungai pertemuan Putri Setya dan Pangeran Sabrang.

Saat peperangan berlangsung datanglah Putri Setya dan Pengeran Sabrang yang berniat untuk berbicara dengan Raja Baya namun mengetahui pangeran bersama seorang putri dari musuh bebuyutannya Raya Baya murka dan mengaharahkan panahnya pada sang putri berniat untuk membunuhnya, namun dengan sigap pangeran melindungi sang putri yang akhirnya panah itu menembus dada sang pangeran. Bersamaan hal itu sungai tempat perang kedua kerajaan tersebut berubah warna menjadi merah terkena darah sang pangeran yang mengorbankan hidupnya demi sang Putri. Sejak saat itu daerah tersebut dinamakan Kalimanah dan memiliki desa bernama Selabaya yang diambil dari kejadian tersebut.

Source https://ganesha50.blogspot.co.id https://ganesha50.blogspot.co.id/2012/02/asal-usul-kalimanah.html?m=1
Comments
Loading...